Kamis, 28 April 2016

Rumah Genset Di UNSIKA

Revisi Berita, sebelumnya mohon maaf kepada yang terhormat Pak Diki selaku Biro Umum dan narasumber beserta seluruh jajaran civitas akademika atas kesalahan redaksi kami. dimohonkan kepada seluruh pembaca untuk tidak berpikiran negatif, karena ini merupakan kesalahan redaksi kami.


Rabu, 27 April 2016. Perkembangan Fasilitas di UNSIKA semakin membaik. Hal ini ditandai dengan dibangunnya rumah genset yang berada tepat disamping gedung H Opon Sopandji. Pembangunan rumah genset berfungsi sebagai penyimpan daya listrik jika suatu saat aliran listrik di UNSIKA padam.
“Pembangunan rumah genset mempunyai manfaat seperti terlihat lebih praktis, terhindar dari kepanasan dan kehujanan juga sebagai pemanis nilai estetika di kampus, selain itu ruangan tersebut juga di desain dengan mengutamakan Safety Room agar saat litrik padam dapat dijangkau dengan mudah dan cepat karena tempatnya dekat dengan ruangan listrik”, ujar Pak Diki selaku bagian Biro Umum UNSIKA.
Adapun daya yang dibutuhkan untuk pembagunan rumah genset tersebut sebesar 5000 watt, artinya daya tersebut cukup untuk membantu persediaan listrik di Gedung Rektorat pada saat terjadi pemadaman listrik.

Pembangunan rumah genset merupakan hasil dari upaya pengusulan yang dilakukan oleh Rektor UNSIKA.Pembangunan rumah genset di mulai dari tanggal 18 April 2016 dan rencananya akan terselesaikan dalam kurun waktu 14 hari kerja. Adapun anggaran yang digunakan dalam pembangunan rumah genset berasal dari pemerintah pusat atau menggunakan sistem penunjukan dengan pihak yang telah bekerjasama dengan UNSIKA.

“ Pembangunan rumah genset yang dilakukan saat ini membutuhkan biaya sekitar dibawah 200 juta rupiah dimana pembangunan tersebut berada di bawah tanggung jawab Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) dan panitia khusus yang telah di buat dalam proses pembangunan gedung”, Tutup pak Diki kepada LPM UNSIKA.

Reporter :
Diana, Fadilatun

Editor : Dwiyun Evi Yolanda

Rabu, 27 April 2016

SOSIALISASI DAN PROMOSI SBMPTN 2016



Rabu 20 April 2016 Universitas Singaperbangsa Karawang menggadakan sosialisasi dan promosi SBMPTN  yang diselenggarakan oleh pihak Institut Pertanian Bogor(IPB) dengan bekerjasama bersama UNSIKA yang memfokuskan peserta sosialisasi dari pihak SMA,SMK,MA se-Kabupaten Karawang yang diwakili oleh guru BK dan siswa kelas XII.

Pembukaan SBMPTN 2016 dimulai pada tanggal 25 April sampai 20 Mei 2016. Pada kesempatan kali ini UNSIKA masih berada dibawah naungan IPB mengigat UNSIKA terhitung masih baru sebagai universitas negeri di Indonesia. Mengenai mekanisme pembayaran tahun ini memiliki perbedaan yang cukup signifikan dari tahun sebelumnya dimana, pembayaran untuk pendaftaran SBMPTN tahun kemarin biaya operasional tersebut masih mendapatkan subsidi 50% dari pemerintah sedangkan pada tahun 2016 semua biaya operasional dibebankan kepada calon mahasiswa baru.
Persiapan yang dilakukan UNSIKA dalam menyambut SBMPTN sudah mencapai tahap pembagian lokasi ujian yang terbagi menjadi 3 kelompok, dan pada kesempatan ini unsika menjadi lokasi ujian untuk kelompok paket campuran/IPC dan untuk kelompok ujian paket soshum berada diwilayah karawang kota yang tersebar ditujuh sekolah serta untuk kelompok ujian paket saintek mendapatkan lokasi ujian diwilayah Jalan Pangkal Perjuangan.



Bagi siswa yang mengalami kendala dalam biaya dan tergolong keluarga tidak mampu, pemerintah saat ini sudah menyediakan beasiswa bidikmisi dimana biaya keseluruhan ditanggung oleh pemerintah dengan syarat siswa tersebut memenuhi kualifikasi yang telah ditentukan. Jika tidak memenuhi syarat saat ini pihak-pihak lain banyak yang sudah melakukan kerjasama dengan universitas di Indonesia untuk menyediakan beasiswa bagi mahasiswa yang tidak mampu namun berprestasi seperti yang di UNSIKA.
“Calon mahasiswa baru yang tidak lolos dalam beasiswa bidikmisi tidak perlu berkecil hati karena di UNSIKA kita telah bermitra dengan beberapa perusahaan yang memberikan beasiswa bagi mahasiswa kita yang berprestasi dan memenuhi syarat yang telah di tentukan sepert beasiswa dari Toyota, Pemprov. Jabar, dan dari PT.Pindo Deli yang dapat diajukan minimal setelah semester dua atau sudah memiliki IPK,” Tutur Pak Cecep selaku bagian Akademik di UNSIKA.
Acara sosialisasi tersebut mendapat sambutan baik dari berbagai pihak yang menghadirinya.
“Acara ini sangat bagus karena memberikan informasi yang cukup untuk siswa kelas XII karena banyak yang belum mengerti bagaimana mekanisme yang harus di lakukan untuk pendaftaran SBMPTN 2016. Antusiasme siswa untuk masuk PTN cukup tinggi banyak ingin melanjutkan pendidikan nya ke jenjang yang lebih tinggi. Seperti di SMA N 4 Karawang mereka sangat antusias untuk kuliah di PTN salah satu nya di UNSIKA”, Ujar pak Dudi Kurniadi selaku guru BK SMA N 4 serta ketua MGBP Se-Kab. Karawang.


Tingginya minat siswa untuk masuk ke UNSIKA membuat UNSIKA mulai membenahi diri yang di fokuskan kepada pengembangan fasilitas, mekanisme birkrasi keuangan serta dapat menjadi Panlok SBMPTN di tahun mendatang. “Saat ini UNSIKA fokus tidak hanya menjadi sub-panlok melainkan dapat menjadi panlok di tahun mendatang seperti IPB serta perbaikan secara bertahap mengenai birokrasi keuangan yang ada di UNSIKA”, TUTUP Pak Cecep kepada LPM UNSIKA.


Reporter :
Diana, Dina

Editor : Dwiyun Evi Yolanda

Rabu, 13 April 2016

Gedung baru siapa yang pakai?

Peresmian Gedung Baru Fakultas Ekonomi & Bisnis UNSIKA

Karawang, 12 April 2016 pukul 13.00 WIB sedang berlangsung acara peresmian gedung baru di Fakultas Ekonomi dan Bisnis yang diprotokoli oleh Bapak Abdul Yusuf., SE,MM selaku kepala pusat Jurnal Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Singaperbangsa Karawang.

Paduan Suara UNSIKA

Pada pembukaan acara tersebut Tim angklung dari Universitas Singaperbangsa karawang ikut ambil bagian dalam memeriahkan acara peresmian gedung baru di FEB. Acara ini juga di hadiri oleh banyak tamu undangan berupa perwakilan dari berbagai instansi seperti Pemerintah daerah Kab.Karawang, Bank BNI, Bank BTN, Bank Mandiri, Galuh Mas Marketing, Cipta Karya, dan juga DPRD Kab. Karawang.
“Pembangunan Gedung baru yang berlantai dua dengan luas 671,62 m2 ini menghabiskan dana kurang lebih sebesar Rp.2,7 Milyar. Dan sumber dana nya diperoleh dari pemerintah Kab.Karawang sejak UNSIKA masih berstatus swasta, dan maksud dari dibangunnya gedung ini adalah menjadi sarana atau media untuk menghasilkan sarjana yang profesional di masa depan, merealisasikan komitmen tentang peningkatan SDM di Karawang. Hal ini juga merupakan salah satu bentuk kepedulian pemerintah Kab.Karawang terhadap UNSIKA”, tutur Bapak Sonny selaku Dekan Fakultas Ekonomi dan Bisnis.

Penandatangan Oleh Bupati Karawang

Dr. Cellica Nurrachadiana selaku Bupati Kabupaten Karawang juga mengaku antusias menghadiri acara peresmian gedung baru di FEB UNSIKA. Di kutip dari pidatonya sore tadi wanita yang akrab dengan sapaan Teh Celli, menuturkan harapannya agar akademi ini dapat menjadi pelaku-pelaku pembangun ekonomi di Indonesia.
Beliau juga berharap agar mahasiswa FEB UNSIKA dapat menjaga amanah rakyat agar mau merawat dan memfungsionalkan gedung baru ini dengan baik agar kelak menghasilkan sarjana yang kompeten serta FEB dapat menjadi mitra bisnis untuk membangun Kabupaten Karawang guna merealisasikan pengembangan konseptual ekonomi makro.
“Saya juga mengharapkan setelah pembangunan gedung baru FEB ini mahasiswanya aktif berangkat kuliah, dosen nya juga aktif berangkat mengajar serta semua pihak bersinergi untuk saling menguatkan”, ujar Teh Celli sore itu.

Namun pembangunan gedung baru tersebut menuai banyak pertanyaan dari mahasiswa FEB mengenai mengapa gedung baru tersebut tidak di fungsikan menjadi ruang kelas ataupun ruang praktikum untuk mahasiswa mengingat pembayaran UKT yang terhitung mahal.
“Tidak adil rasanya,kami yang bayar UKT cukup mahal mendapatkan fasilitas yang tidak sesuai” komentar salah satu mahasiswa FEB yang tidak ingin disebutkan identitasnya.

Adanya pertanyaan tersebut langsung dibantah oleh dekan FEB melalui LPM UNSIKA. Beliau mengungkapkan bahwa gedung yang ada di Fakultas Ekonomi dan Bisnis yang lama sudah difungsionalkan untuk ruang kelas dan ruang praktikum.
“Gedung lama FEB itu digunakan untuk ruang kelas dan ruang praktikum karena ruang tata usaha,ruang KA Prodi, dan ruang dekan serta wakil dekan saat ini dicampur dengan ruang kelas. Jadi, dengan dibangunnya gedung baru ini dapat mengefisiensi ruang-ruang kelas untuk mahasiswa FEB Universitas Singaperbangsa Karawang”, tutup Pak Sonny kepada LPM UNSIKA selaku Dekan FEB di Universitas Singaperbangsa Karawang.




REPORTER
Diana, Dina

EDITOR : Dwiyun Evi Yolanda

Rabu, 20 Januari 2016

UNSIKA di Karawang Education Fair 2016


Karawang Education Fair adalah serangkaian acara tahunan yang diselenggarakan oleh Ikatan Alumni SMA Negeri 1 Karawang (SMANSAKA) pada tanggal 17 Januari 2016 di area SMAN 1 Karawang dengan harga tiket masuk sebesar 15 ribu rupiah dan dihadiri sekitar 2000 peserta. Acara yang berlangsung mulai pukul 08.00 WIB ini mendapat dukungan dari pihak sekolah yang ditujukan untuk siswa-siswi kelas 12 di Karawang. KEF 2016 ini dilandasi oleh misi kemanusiaan dengan rasa keprihatinan mahasiswa akan minimnya calon mahasiswa Karawang yang akan melanjutkan pendidikan ke jenjang perguruan tinggi dan untuk memperkenalkan dan mensosialisasikan UNSIKA agar semakin dikenal sebagai perguruan tinggi negeri kepada siswa-siswi di Karawang. Acara ini turut diramaikan oleh stand perguruan tinggi negeri dan perguruan tinggi swasta seperti UNPAD, IPB, ITB, UGM, STAN, UNJ, UNSIKA, STIS, UNNES, UNDIP, UI, UPI, UNSOED, UNY, UIN Yogyakarta, UIN Bandung, UIN Jakarta, AKINDO, UNS, Telkom University, Universitas Trisakti Jakarta, President University, AKA Bogor, Universitas Teknologi Yogyakarta, BINUS, Institut Seni Indonesia, Universitas Ahmad Dahlan, Universitas Muhammadiyah Yogyakarta, Universitas Islam Indonesia. Dan pada hari pelaksanaan acara booth UNSIKA cukup ramai dikunjungi tercatat ada sekitar 300 peserta yang mengunjungi booth UNSIKA. Perwakilan UNSIKA dalam acara KEF tersebut terdiri dari Densu, Yessi, Fitri, Vinka, Johan, Rizvia, Mitta, Henna dan ketua perwakilan unsika yaitu Rizki Alfiansyah mereka adalah mahasiswa angkatan 2015 yang ingin turut ambil bagian untuk memperkenalkan UNSIKA lebih dalam lagi ke khalayak ramai. Mereka mensosialisasikan Unsika dengan cara talkshow dan bincang-bincang santai dan menjelaskan fakultas prodi dan apa saja yang ada di kampus merah marun tersebut.
Rizki menjelaskan bahwa ia dan kawan-kawan lainnya ikut ambil bagian dalam acara ini agar Universitas Singaperbangsa Karawang semakin dikenal sebagai PTN yang mampu bersaing dengan PTN lainnya. Apalagi cukup prihatin karena masih banyak siswa yang belum mengetahui bahwa UNSIKA telah menjadi PTN mengingat status Unsika terdahulu adalah perguruan tinggi swasta ujar mahasiswa asli Karawang tersebut.
Dia berharap dengan adanya acara ini semakin banyak siswa-siswi di Karawang maupun di Indonesia untuk melanjutkan cita-citanya di UNSIKA.
Semoga acara ini dapat diselenggarakan setiap tahun agar siswa-siswi di Karawang dapat mengetahui info perguruan tinggi dan mereka dapat menentukan jurusan yang mereka inginkan agar cita-cita yang mereka dambakan bisa tercapai dengan sempurna dan tanpa ada kendala.(IMI)

PRO KONTRA ATAS PERATURAN UJIAN AKHIR SEMESTER


UAS atau Ujian Akhir Semester adalah salah satu agenda yang diselenggaran disetiap akhir setelah 14 kali pertemuan masa perkuliahan. Setiap fakultas yang ada di Universitas Singaperbangsa Karawang selalu melaksanakan agenda ujian dan membuat peraturannya masing-masing. Adapun peraturan yang diberlakukan bagi seluruh fakultas yaitu siapa yang tidak mengambil kartu UAS selama jangka waktu yang telah ditentukan maka tidak akan diperbolehkan untuk mengikuti UAS. Peraturan ini ditujukan agar mahasiswa meningkatkan kedisiplinan pada dirinya sendiri. Namun, peraturan ini nyatanya masih dapat ditolerir apabila mahasiswa tersebut telah melunasi segala admistrasi yang menjadi kewajiban bagi seluruh mahasiswa.
“Mahasiswa yang tidak mengambil kartu UAS dengan tepat waktu tidak diizinkan mengikuti UAS.” ” ujar Rahmat Gustiawan selaku kepala staf tata usaha FISIP kepada LPM UNSIKA.
Namun, dibalik regulasi tersebut muncul berbagai kontra dari berbagai pihak terkait. Karena, menilai regulasi tersebut belum kondusif untuk diberlakukan serta belum adanya dasar aturan yang dibuat pihak rektorat sehingga aturan tersebut menjadi semakin tidak jelas landasan hukumnya.
“Saya tidak mengetahui untuk membuat dasar setuju atau tidaknya mengenai peraturan tersebut. Namun, saya sudah mencari apakah peraturan tersebuat ada termasuk di dalam peraturan akademik yang berlaku di UNSIKA.” Tutur Yayang Suharso menanggapi peraturan yang menjadi pro dan kontra saat ini.
Tetapi, dengan menimbang unsur lain yaitu pembayaran uang semester, apabila telah memenuhi pembayaran maka diperbolehkan mengikuti UAS atas perijinan dari ketua penyelenggara UAS.
“Peraturan yang saat ini sudah lama diterapkan dengan tujuan mahasiswa dapat mengikuti ujian dengan tenang dan tidak akan menyulitkan banyak pihak, karena tugas kami sebagai tata usaha bukan hanya membagikan kartu UAS saja” lanjut Rahmat.
“Mengenai pengumuman informasi yang bersangkutan dengan pengambilan kartu UAS telah dipasang di mading fakultas masing-masing, dan disetiap pintu-pintu kelas. Jadi, jika ada mahasiswa yang mengatakan dia tidak mengetahui mengenai info tersebut berarti ia tidak membaca pengumuman yang telah dibuat.” Tutup Rahmat Gustiawan.
Mahasiswa yang terlambat dalam pengambilan kartu UAS dan tidak diperbolehkan mengikuti UAS diberikan kesempatan untuk mengikuti ujian susulan yang telah ditentukan panitia penyelenggara UAS.
“emang sih,ada yang namanya ujian susulan tapi tetep aja bisa ikut kalau sudah bayar. Solusi satu-satunya buat mahasiswa bisa ikut UAS ya harus bayaran dulu, tetapi peraturan tersebut tidak sesuai dengan apa yang terjadi dalam proses perkuliahan karena saya pernah mengalami ada salah satu MK dari awal sampai UTS tidak ada dosen yang menyampaikan materi perkuliahan tersebut. Peraturan yang diberlakukan untuk mahasiswa yaitu harus tertib mengenai administrasi dan keuangan, oleh sebab itu lembaga juga harus bisa memberikan sarana dan prasarana yang sudah menjadi hak mahasiswa yang telah melaksanakan kewajibannya,” tutur Yayang Suharso saat mengutarakan pendapatnya.
“Mengenai peraturan tersebut kita juga kurang paham, karena kita sendiri selaku mahasiswa yang aktif dalam lingkungan organisasi tidak mengetahui apakah peraturan tersebut memang ada di dalam peraturan Akademik di UNSIKA karena dari pihak BEMU maupun dari direktorat tidak ada yang memberikan sosialisasi, ” jelas Agil As’ari.
Adanya pemberlakuan regulasi tersebut justru semakin memicu berbagai polemik di kalangan mahasiswa.
“Saya sering mendengar keluhan mahasiswa mengenai dosen yang sering mengganti jadwal perkuliahan. Padahal, jadwal perkuliahan sudah ditentukan sejak awal,ada juga dosen yang menggandakan absensi hanya dalam satu kali pertemuan karena dalam pertemuan sebelumnya dosen tersebut tidak masuk, banyak juga dosen yang mempercepat selesainya pertemuan perkuliahan yang akhirnya terkesan buru-buru padahal masih ada pertemuan yang tersisa dan dapat menggantikan materi yang belum selesai sebelum UTS maupun UAS dilaksanakan, bahkan faktanya jika dosen tidak masuk kelas bisa diadakannya pergantian jam perkuliahan namun, jika mahasiswa tidak masuk kuliah absen tetap kosong,” tutup Yayang mengakhiri perbincangannya sore itu.(DM,DH,DE)

Selasa, 19 Januari 2016

Seleksi Atlet POM FAI




(18-01-2016), Fakultas Agama Islam (FAI) UNSIKA kembali mengadakan kegiatan untuk menyeleksi mahasiswa FAI untuk ikut serta di acara POSMA (pekan olahraga mahasiswa unsika). Kegiatan ini sudah fakum hampir lima tahun tetapi Saefudin selaku ketua pelaksana mengatakan, bahwa ia ingin mengaktifkan kembali kegiatan ini.
Cabang olahraga yang di pertandingkan dalam kegiatan ini ada 5 cabang diantaranya: Voli, basket, futsal, tenis meja, dan catur. Acara ini di mulai dari tanggal 17 januari 2016 sampai dengan selesai. Peserta yang mengikuti kegiatan ini di ambil dari perwakilan setiap kelas dan ada registrasi ulang.
Tujuan diadakan nya kegiatan ini selain untuk menyeleksi mahasiswa FAI untuk ikut ke POSMA juga untuk mengeratkan tali silturahmi antar mahasiswa FAI dan untuk meningkatkan jiwa olahraga mereka, seperti yang kita ketahui mereka hanya bergelut di bidang rohani. Kali ini mereka tidak hanya ingin aktif di bidang rohani saja tetapi juga ingin aktif di bidang olahraga.
Kendala dari kegiatan ini terletak dalam hal dana. Karena setiap kegiatan, dana menjadi salah satu pokok yang harus ada untuk terselenggarakannya kegiatan. “semoga seleksi ini melahirkan atlet – atlet yang berbakat dari Fakultas Agama Islam” tutupnya. (H)

Sabtu, 02 Januari 2016

MASYARAKAT EKONOMI ASIA 2015 TEMAN ATAU LAWAN?



“Satu Visi – Satu Identitas – Satu Komunitas”   itulah yang menjadi visi dan komitmen bersama yang hendak diwujudkan oleh negara ASEAN pada tahun 2020.
ASEAN Community 2015 atau biasa kita sebut dengan Masyarakat Ekonomi Asia 2015 adalah tempat dimana sepuluh negara ASEAN bersatu untuk membangun kehidupan yang lebih baik bagi semua orang terkhusus masyarakat ASEAN. 
Sebenarnya ASEAN Community baru akan terbentuk tahun 2020 tapi dari hasil KTT ke-12 ASEAN, disepakati pembentukan Komunitas ASEAN dari tahun 2020 dipercepat menjadi tahun 2015. Dasar terbentuknya ASEAN Community 2015 ini ditopang oleh tiga pilar utama, yaitu Komunitas Politik dan Keamanan ASEAN, Komunitas Ekonomi ASEAN, Komunitas Sosial dan Budaya ASEAN.
Disetiap pilar yang ada, pastinya mempunyai tujuannya masing-masing.
 Tujuan dibuatnya Ekonomi ASEAN 2015 yaitu meningkatkan stabilitas perekonomian dikawasan ASEAN, dengan dibentuknya kawasan ekonomi ASEAN 2015 ini diharapkan mampu mengatasi masalah-masalah dibidang ekonomi antar negara ASEAN, dan bagi Indonesia sendiri diharapkan agar tidak terjadinya krisis lagi.
Ada beberapa faktor yang mempengaruhi pertumbuhan ekonomi yaitu faktor sumber daya manusia, faktor sumber daya alam, faktor ilmu pengetahuan dan teknologi, faktor budaya dan faktor daya modal. Lalu kita dapat melihat bagaimana kelima faktor tersebut sudah secara maksimal dikelola, faktanya ada beberapa negara di kawasan Asia Tenggara yang masih kurang dalam pengelolaan beberapa faktor tersebut walaupun ada beberapa negara lainnya sudah mampu dalam pengelolaannya.
 Jika melihat kelima faktor tersebut, masih ada beberapa faktor yang belum dapat dimaksimalkan di Indonesia. Untuk itu Indonesia dan sembilan negara lainnya membentuk ASEAN Community 2015 atau Komunitas ASEAN 2015 dengan tujuan yang baik.
Namun,jika melihat dari berbagai aspek kesiapan dari Negara kita apakah MEA akan menjadi teman bagi Indonesia atau sebaliknya?
Inilah yang menjadi pertanyaan kita bersama, mampukah bangsa ini ikut bersaing dalam mengahadapi Masyarakat Ekonomi Asia 2015 yang sebentar lagi akan dimulai.
Sebagai warga negara Indonesia, dimana Indonesia merupakan salah satu negara yang menjadi anggota dari Komunitas Ekonomi ASEAN 2015 kita seharusnya memiliki pemahaman dan mengerti mengenai segala hal yang menjadi tujuan dari dibentuknya Komunitas Ekonomi ASEAN 2015 sehingga kita mempunyai pandangan dan penilaian terhadap Komunitas Ekonomi ASEAN 2015 serta kita dapat mengetahui hal-hal yang perlu dipersiapkan untuk menyambut Masyarakat Ekonomi ASEAN (MEA) 2015 yang sebentar lagi akan diresmikan akhir desember ataupun awal Januari 2016. 
MEA 2015 bukan hanya tempat berkumpulnya semua negara ASEAN tapi bisa saja menjadi ajang pertandingan ekonomi antar Negara di Asia Tenggara.

 Kita kembali lagi melihat kesiapan bangsa ini dalam menghadapi MEA 2015 mungkin banyak penilaian bahwa Indonesia belum siap. Tapi terlepas dari kesiapan Indonesia yang sebenarnya mempunyai banyak potensi dan juga modal yang kuat karena Negara kita memiliki wilayah yang sangat luas dibanding dengan Negara lainnya serta didukung oleh sumber daya alam yang melimpah, apabila dapat dikelola dengan baik bukan hal yang mustahil Indonesia menjadi pemenang di pertandingan perdagangan bebas ini. 
Walaupun MEA 2015 dipandang sebagai sebuah peluang positif bagi perkembangan ekonomi nasional, namun banyak tantangan dan hambatan yang terus menghantui Indonesia dari waktu ke waktu yang semestinya dapat segera teratasi. Hambatan dan tantangan yang perlu dibenahi pemerintah kita adalah mengenai infrastruktur, birokrasi, kualitas sumber daya manusia yang kita ketahui masih sangat minim karena kurang meratanya pendidikan di Negara kita  dan masalah perburuhan yang masih belum sejahtera,kebijakan nasional dan daerah yang masih kurang terarah, daya saing pengusaha nasional, korupsi yang terus bertumbuh, dan pungutan pajak liar yang mengakibatkan harga-harga barang menjadi tinggi di pasaran.
Contoh yang terjadi nanti ketika memasuki era MEA 2015 semua tenaga kerja dapat mencari pekerjaan di kawasan ASEAN dengan beberapa profesi yang telah disepakati untuk bebas bekerja di negara-negara ASEAN seperti perawat, arsitek, dokter,dokter gigi,pemandu wisata, akuntan, dan lain-lain, dengan segala kemudahan yang dapat diperoleh. Namun masalahnya apabila sumber daya manusia di Indonesia tidak mampu bersaing mendapatkan pekerjaan tersebut, bisa kita bayangkan berapa persen untuk persentase pengangguran pasti akan meningkat karena hanya sebagian kecil masyarakat kita yang mampu bersaing dengan kesembilan Negara lainnya yang mempunyai SDM lebih tinggi, akankah Indonesia akan menang jika hanya mengandalkan wilayah yang luas dan keberagaman budaya bangsa ini?
tentu tidak jika tidak di dukung dengan sumberdaya manusia yang lebih baik lagi.

Meskipun demikian, kita tidak boleh pesimis dalam menghadapi MEA yang akan diumumkan dalam hitungan beberapa hari kedepan, kita tidak boleh hanya tinggal diam dalam menghadapi hal ini.
masyarakat Indonesia harus bangkit dari rasa pesimis dalam menghadapi MEA 2015 agar kita bangsa Indonesia bukan hanya menjadi penoton tapi kita juga mampu menjadi penggerak dan pelaku dalam upaya memperbaiki ekonomi nasionaldengan cara belajar dan menghilangkan buta huruf jilid II yaitu minimnya pengetahuan akan teknologi serta kurangnya pembelajaran akan bahasa asing terutama bahasa inggris yang akan menjadi satu-satunya alat komunikasi kita nantinya dalam mengahadapi MEA.
kita harus bersatu dan membantu pemerintah dalam mewujudkan impian untuk mensejahterakan bangsa Indonesia dan bangkit dari krisis Ekonomi. (DEY)

Rabu, 09 Desember 2015

Buletin Suara Unsika Edisi 13





Salam Postif, aktif, dan kreatif.

Setiap bulan LPM UNSIKA (Lembaga Pers Mahasiswa Universitas Negeri Singaperbangsa Karawang) Menerbitkan Buletin. Dan untuk pertama kalinya tim LPM UNSIKA menerbitkan Buletin dalam bentuk digital. Hal ini dimaksudkan agar Mahasiswa umum dan hal layak masyarakat luas dapat membaca buletin yang dibuat oleh tim LPM.

Buletin digital dapat didownload di SINI


https://drive.google.com/file/d/0B9CQ81SGfGzKRHlFbXhHUWhXVVk/view?usp=docslist_api

Sabtu, 21 November 2015

UNSIKA mengadakan Kejuaraan Judo Nasional


Kali ini Universitas Singaperbangsa Karawang (Unsika) menjadi tuan rumah dalam Kejuaraan Judo Tingkat Mahasiswa Se-Indonesia, yang menjadi pelaksana kejuaraan ini, dari Unit Kegiatan Olahraga Unsika biasa disebut UKO Unsika. (7/11) peserta dalam kejuaraan ini di ikuti oleh 93 Universitas Se-Indonesia, kejuaraan ini dilaksanakan 2 hari sabtu dan minggu, 7-8 november 2015 bertempat di GOR Adiarsa dengan memberlombakan beberapa kelas, kelas putera yaitu kelas 55, kelas 60, kelas 70, kelas 80, kelas 90 dan kelas 100. dan untuk Kelas puteri yaitu kelas 45, kelas 52, kelas 57, kelas 63, kelas 70, kelas 78, dengan total peserta 235 orang.

Temu Wicara Kenal Medan ke 27 : Mahasiswa Pecinta Alam Universitas Singaperbangsa Karawang sebagai tuan rumah TWKM ke-27


KARAWANG – (13/11) Pada kesempatan kali ini, Mapalaska (Mahasiswa Pecinta Alam Universitas Singaperbangsa Karawang) menjadi tuan rumah Temu Wicara Kenal Medan ke 27. Dalam acara tersebut mahasiswa pecinta alam tingkat perguruan tinggi se-indonesia berkumpul dengan tujuan meningkatkan komitmen dan perilaku mapala seindonesia untuk lingkungan asri sesuai dengan tema acara TWKM ke 27. TWKM ke-27 ini dilakasanakan pada tanggal 9 – 14 November 2015.
Peserta TWKM XXVII saat Opening Ceremony
di aula Universitas Singaperbangsa Karawang
Dalam TWKM ke-27 ini Terdaftar 230 lembaga dan 278 peserta yang berasal dari Mahasiswa Pecinta Alam Se-Indonesia. “Mungkin total peserta yang sekarang itu sekitar 230 lembaga dan total peserta untuk kegiatan TWKM ini adalah 278 orang atau peserta dan terbagi berbagai divisi” jelas ketua pelaksana TWKM ke-27 ersyad habib purba kepada LPM Unsika.
            TWKM ini dibagi dalam beberapa kegiatan yaitu forum Temu Wicara (TW) yang merupakan ajang pertemuan untuk membahas Isu strategis tentang persoalan lingkungan hidup dan perumusan solusi oleh para anggota siding serta keputusan sebagai tuan rumah TWKM ke-28, Sidang Temu Wicara diselenggarakan pada tanggal 10 - 13 November 2015 di Villa Pawenang Kecamatan Bojong Sawit kabupaten purwakarta.

Kegiatan kenal medan, yaitu kegiatan lapangan yang dilakukan di lokasi yang berbeda pada tanggal 10-13 November 2015. Kegiatan ini terbagi dari berbagai divisi, yaitu divisi GH (Gunung Hutan) yang berlokasi di gunung sanggabuana loji, dalam kegiatan ini peserta diberikan materi LMDH (Lembaga Masyarakat Desa Hutan) lalu melakukan kegiatan penanaman pohon di desa tegalwaru kabupaten purwakarta.




Divisi RC (Rock Climbing) atau biasa disebut panjat tebing dan Vertical Rescue yang dilaksanakan di tebing rungking kecamatan pangkalan loji, disini peserta diberikan materi tentang penyelamatan pada bidang vertikal dan latihan panjat tebing pada medan yang curam.







Divisi LH (Lingkungan Hidup) yang diselenggarakan di bantaran sungai citarum dan pantai tanjung pakis, desa tanjung pakis, kecamatan pakis jaya, kabupaten karawang. Sebelum terjun di lapangan para peserta yang mengikuti divisi LH ini di berikan materi di aula Universitas Singaperbangsa Karawang pada tanggal 10 November 2015, setelah itu pada tanggal 11 November 2015 peserta diarahkan ke bantaran sungai Citarum untuk teknik pengambilan sampling hewan air sungai yang tercemar dan hari selanjutnya dilakukan penanaman pohon mangrove untuk mengatasi abrasi (pengikisan pantai oleh gelombang air laut).

Divisi lainnya ialah divisi Caving yang dilakukan pada gua yang ada di kecamatan pangkalan, kabupaten karawang. Divisi ini bertujuan untuk melindungi kawasan karst (daerah yang terdiri atas batuan kapur yang berpori sehingga air di permukaan tanah selalu merembes dan menghilang ke dalam Tanah). “terbagi berbagai divisi, ada divisi temu wicara, terus ada kenal medan, kenal medan itu gunung hutan yaitu letaknya desa citaman sampai di kawasan purwakarta, terus tebingnya tebing rungking, kenal medan caving di desa cidoro pangkalan kabupaten karawang, divisi lingkungan hidup susur citarum dan pantai pakis.”ketua pelaksana TWKM ke-27 ersyad habib purba kepada LPM Unsika saat di wawancarai.
Mapalaska sebagai tuan rumah untuk TWKM ke-27 ini menutup kegiatan dengan penampilan artis bergenre Reggeae yaitu Tony Q Rastafara yang berlokasi di kampung budaya karawang. Untuk kegiatan Temu Wicara Kenal Medan Selanjutnya, akan diselenggarakan di provinsi Sulawesi Selatan tepatnya kota Makassar dengan MAPALA UMI sebagai tuan rumah TWKM ke-28 yang telah ditetapkan pada forum sidang temu wicara di purwakarta.
Pemberian Cindera Mata Oleh Ketua adat Mapalaska
kepada Bapak Asep Supanda M. ENG
Persiapan Perahu Karet untuk pengambilan sampling
Foto bersama Forum Temu Wicara
di Villa Pawenang Purwakarta
Penampilan Tarian Khas Karawang (TARI JAIPONG) saat OC
sebagai pengisi acara dan icon TWKM ke-27

Jumat, 23 Oktober 2015

Wisuda Gelombang 1 Tahun Akademik 2015/2016 24 & 25 Oktober 2015

Wisuda merupakan agenda tahunan disetiap perguruan tinggi, baik perguruan tinggi swasta maupun negeri. Syarat utama mahasiswa untuk melakukan wisuda yaitu mahasiswa sudah melaksanakan tugas akhir. Tugas akhir ditandai oleh terselenggaranya sidang skripsi. Begitu pula dengan Universitas Singaperbangsa tercinta ini. Wisuda Universitas Singaperbangsa Karawang akan diselenggarakan pada tanggal 24 dan 25 Oktober 2015 bertempat di aula kampus UNSIKA itu sendiri.
Unsika yang sekarang notabenenya sudah berstatus negeri, otomatis menggunakan sistem UKT (Uang Kuliah Tunggal). Namun berhubung Unsika dalam masa transisi, jadi untuk pembayaran wisuda masih menggunakan sistem yang lama atau bisa dikatakan pada saat Unsika masih berstatus perguruan tinggi swasta. “Berhubung Unsika sedang pada masa transisi, biaya wisuda untuk angkatan lama yaitu angkatan sebelum Unsika berstatus preguruan tinggi negeri masih persis seperti sistem yang lama” ujar Bapak H. Zaenal.
Untuk biaya wisuda tahun ini berkisar 1 juta rupiah, mengalami penurunan sebesar 100 ribu rupiah yang tadinya 1,1 juta rupiah menjadi 1 juta rupiah. “Karena kita (Unsika) baru mendapat bantuan biaya, jadi yang seratus ribu tadi kita hapuskan” ujar Bapak H. Zaenal. “Walaupun masih menggunakan sistem yang lama tapi status ijazahnya sudah negeri” tambah Bapak H. Zaenal.
Ketika Unsika ini berstatus negeri, sistem yang lama ini diganti dengan sistem UKT. Dimana dalam sistem UKT ini tidak boleh adanya pungutan dari mahasiswa hingga mahasiswa tersebut diwisuda. “Kalau sudah sistem UKT itu tidak boleh ada pungutan dari mahasiswa, semuanya gratis hingga wisuda” ujar Bapak H. Zaenal. “Kalau dulu kan masih sistem yang lama pembayarannya, jadi tetap sebelum sistem UKT berlaku, mahasiswa tetap bayar wisuda tapi memang diusahakan oleh senat tidak ada pungutan” tambah Bapak H. Zaenal.
Dari pembayaran 1 juta rupiah tesebut, calon peserta wisuda mendapatkan atribut wisuda seperti undangan untuk orang tua, makanan ringan dengan kemasan tas, baju toga dan foto moment beserta CDnya. Nah, ada yang berbeda dari atribut biasanya, toga yang dipakai untuk wisuda tahun ini memiliki desain baru yaitu seperti topi baret. “Nah, mulai wisuda tahun ini toganya sudah disamakan dengan UI, UNPAD dan perguruan tinggi negeri lainnya. Sistemnya tidak topi lagi tapi topi baret seperti tentara” ujar Bapak H. Zaenal.

Wisuda gelombang 1 tahun 2015/2016 ini dibagi menjadi 4 sesi dalam dua hari. Sesi pertama dan sesi kedua dilaksanakan pada hari Sabtu, 24 Oktober 2015 diikuti sebanyak 681 wisudawan. Kemudian untuk sesi ketiga dan keempat dilaksanakan pada hari Minggu, 25 Oktober 2015 dengan diikuti sebanyak 660 wisudawan. Jadi untuk wisuda gelombang 1 tahun ini diikuti oleh 1341 wisudawan. Untuk lulusan jenjang Diploma-3 diikuti sebanyak 169 wisudawan. Sedangkan untuk jenjang Strata-1 diikuti sebanyak 1.121 wisudawan dan jenjang Strata-2 diikuti sebanyak 51 wisudawan. Bagi calon wisudawan yang belum mengikuti wisuda pada gelombang 1, bisa mengikuti wisuda pada gelombang 2 yang akan diselenggarakan pada bulan April 2016 mendatang.

Jumat, 14 Agustus 2015

Musyawarah Mahasiswa 2015 : Bakal Calon Ketua BEM dan BLM Universitas Singaperbangsa Karawang



Jum’at 14 Agustus 2015, Pekan ini Aktivis kampus universitas singaperbangsa karawang sedang melakukan banyak aktifitas, khususnya Badan Legislatif dan Badan Eksekutif Mahasiswa Universitas. Hal tersebut disebabkan oleh akan diadakannya pemilihan bakal calon ketua BEM dan BLM Universitas yang nantinya akan dipilih pada musyawarah mahasiswa yang direncanakan pada tanggal 14-16 Agustus 2015 yang di mulai pada pukul 08.00 WIB di ruang kelas fakultas hukum yaitu FH-1 dan FH-2.
Awalnya, pendaftaran di buka pada tanggal 10 agustus 2015, namun hingga batas akhir pendaftaran tanggal 13 Agustus 2015 pukul 17.00 WIB belum ada calon-calon yang diajukan. Maka panitia pelaksana musyawarah mahasiswa melakukan perpanjangan waktu pendaftaran hingga pukul 21.00 WIB dengan melayangkan surat perihal pemberitahuan kepada semua pimpinan ORMAWA.
Dengan diperpanjangnya waktu tersebut, beberapa calon pun akhirnya mendaftar.calon tersebut yaitu Nia Kurniasih yang berasal dari fakultas hukum program studi S1-Ilmu Hukum dan Muhammad Fauzy Alamsyah yang berasal dari fakultas ekonomi dan bisnis program studi S1-Manajemen. “iya sejauh ini hanya 2 orang calon yang berkasnya telah di masukan ke BLM” ungkap panitia pelaksana musma saat di temui langsung oleh LPM Unsika di sekertariat BLMU.
Sedangkan beberapa calon lain belum memasukan berkas-berkas persyaratannya hingga batas waktu yang ditentukan oleh panitia pelaksana, dan tiba pada pukul 22.00 WIB panitia pelaksana memberikan informasi terbaru mengenai pendaftaran calon ketua BEM dan BLM Universitas, bahwa ada dua pendaftar yang melampirkan berkas-berkasnya. “pendaftar sebelumnya sudah mendaftarkan diri pukul 20.00 WIB tapi setelah berkasnya di cek kembali, ada persyaratan yang masih kurang. Akhirnya, kita berikan toleransi. Lagipula kita tidak mempersulit bagi siapa aja yang mau mendaftar kok” jelas Radian selaku ketua pelaksana musyawarah mahasiswa kepada LPM Unsika. Dua pendaftar tersebut berasal dari fakultas yang sama, Darius Hayina Umami dan Muhammad Yusuf.
Dengan demikian ada 4 bakal calon yang hari ini akan memperebutkan kursi kepemimpinan presiden mahasiswa di universitas singaperbangsa karawang. Semoga visi & misi para calon ketua BEM dan BLM Universitas Singaperbangsa Karawang tahun ini dapat membangun mahasiswa menjadi lebih aktif dan dapat dijadikan wakil mahasiswa yang dapat dipercaya. (SAF)

Minggu, 02 Agustus 2015

KKN 2015 : Momentum Pembekalan

        Kuliah Kerja Nyata (KKN) adalah bentuk kegiatan pengabdian kepada masyarakat oleh mahasiswa dengan pendekatan lintas keilmuan dan sektoral pada waktu dan daerah tertentu. Pelaksanaan kegiatan KKN biasanya berlangsung antara satu sampai dua bulan dan bertempat di daerah setingkat desa. Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi di Indonesia telah mewajibkan setiap perguruan tinggi untuk melaksanakan KKN sebagai kegiatan intrakurikuler yang memadukan tri dharma perguruan tinggi yaitu: pendidikanpenelitian, dan pengabdian kepada masyarakat.

Untuk saat ini Universitas Singaperbangsa Karawang akan melaksanakan KKN tahun akademik 2014/2015 dan telah membekali beberapa materi kepada mahasiswa dan mahasiswi yang terbagi selama 3 hari berturut-turut, di mulai dari tanggal 30 Juli 2015 sampai tanggal 1 agustus 2015.

Momentum pembekalan materi KKN ini menjadi kesempatan bagi para mahasiswa agar dapat mengenal anggota-anggota dalam satu kelompoknya. "selain untuk pembagian pembekalan materi KKN itu sendiri, momen ini pas banget buat kumpul bersama teman satu kelompoknya untuk merumuskan teknis di lapangan." ujar Fauzi, Mahasiswa Fakultas Ilmu Komputer saat di wawancara LPM Unsika.
pembekalan KKN ini secara tidak langsung memberikan kemudahan bagi mahasiswa untuk menentukan formasi saat dilapangan nantinya, namun kendala dan masalah yang dihadapi mahasiswa yang mengikuti KKN timbul dari internal kelompoknya, karena untuk KKN tahun akademik 2014/2015 masih ada mahasiswa reguler dan pekerja yang dengan demikian akan sulit untuk mengkondisikan mahasiswa reguler dan pekerja dalam pembagian waktu.
"yang saya rasakan, ada mahasiswa reguler dan pekerja, biasanya sulit untuk mengkondisikan atara mahasiswa reguler dan pekerja soalnya yang kerja minta kegiatan diskusi maupun rapat di waktu-waktu weekend. " tambah Fauzi.


Sebelum pembekalan KKN tahun akademik 2014/2015, mahasiswa telah dibagi ke beberapa desa dan kecamatan yang ada di kabupaten Karawang. Adapun Lokasi KKN tahun akademik 2014/2015 adalah :



Tabel lokasi KKN tahun akademik 2014/2015
(sumber : lppm.unsika.ac.id)

Untuk lokasi KKN tahun akademik 2014/2015 ini terbagi atas 8 kecamatan yang ada di karawang. Lalu terbagi lagi ke desa-desa yang berada di masing-masing kecamatan tersebut. Dengan total 92 desa yang akan menjadi lokasi KKN tahun ini.