Tampilkan postingan dengan label News. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label News. Tampilkan semua postingan
Senin, 30 November 2020
Kamis, 09 Januari 2020
Candi Jiwa, Lumbung Candi Hasil Tarumanegara
Karawang yang akrab dengan kota lumbung padi, ternyata menyimpan lumbung-lumbung lainnya. Salah satunya yaitu lumbung candi. Candi Jiwa yang terletak di Kecamatan Pakisjaya Karawang menjadi salah satu bukti nyatanya. Dengan luas mencapai 5 km2 dan diapit oleh sawah-sawah memesona, candi ini ternyata menyimpan sejarah hangat dengan kerajaan silam yang ada di Indonesia.
Tarumanegara, salah satu kerajaan raksaksa di Indonesia menyimpan kisah yang menarik dengan Candi Jiwa. Tidak kalah sejarahnya dengan Candi Borobudur, Candi Jiwa diprediksi menjadi salah satu candi tertua di Indonesia. Dari beberapa sumber yang ada, pembangunan candi ini antara abad ke-2 hingga abad ke-12 Masehi. Hal ini berkaitan dengan sejarah Kerajaan Tarumanegara.
Jumat, 27 Desember 2019
Jembatan Unsika Resmi dibuka, Teras bak Teras Cikapundung jadi Rencana Pembangunan Selanjutnya!
Pembangunan jembatan samping Universitas Singaperbangsa Karawang (Unsika) telah resmi dibuka pada, Jumat(27/12/19). Pembangunan jembatan ini dimulai sejak bulan agustus lalu, tepatnya Rabu (21/08/19). Cellica Nurrachadiana, Bupati Karawang memaparkan ada dua peresmian jembatan hari ini, yaitu Jembatan Unsika dan Jembatan BTB II Kec. Ciampel. Selain itu perbaikan-perbaikan jembatan lain pun masih dilakukan, "Jembatan-jembatan lain sedang dibangun oleh pemerintah Kabupaten Karawang dibantu oleh pak gubernur pemerintah Provinsi Jawa Barat, khususnya Walahar yang menjadi target RPJ, rencana pencapaian bupati & wakil bupati di periodesasi 2016-2021."paparnya.
Senin, 23 Desember 2019
Tiga Anggota Mapalaska Meninggal Dunia Saat Susur Gua
Tiga anggota Mahasiswa Pecinta Alam Universitas Singaperbangsa Karawang (Mapalaska) meninggal dunia akibat air bah yang melanda saat melakukan kegiatan Pendidikan Lanjutan dalam Proses Pengambilan Nomor Anggota Tetap di Gua Lele, Kampung Tanahbereum, Desa Tamansari, Kecamatan Pangkalan, Kabupaten Karawang, pada Minggu (22/12/2019)
Berdasarkan informasi yang LPM Unsika terima dari Wasikin, KBO Satreskim Polres Karawang, korban berjumlah 3 orang atas nama Erisya Rifania (20) mahasiswi program studi Pendidikan Matematika, Alief Rindu Arrafa (19) mahasiswa program studi PBSI, dan Ainan Fatmatuzzahro (19) mahasiswi program studi Ilmu Gizi. Seluruh korban berhasil dievakuasi oleh Tim SAR Gabungan pada Senin (23/12/2019). Saat ini korban telah dilakukan otopsi di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Karawang.
Hingga berita ini naikkan, keterangan mengenai kronologis kejadian masih dalam tahap pemeriksaan Satreskrim Polres Karawang. Sementara itu, untuk hasil otopsi korban akan dipaparkan bersamaan dengan press release dari Kapolres Karawang. (AD, LM, PIN)
Minggu, 25 Agustus 2019
Fenomena Menjamurnya Penjual Atribut PKKMB di Depan Unsika
Bulan Agustus identik dengan bulan Penerimaan Mahasiswa Baru (PMB) di berbagai universitas di Indonesia. Tahap awal yang dilalui oleh mahasiswa baru adalah mengikuti kegiatan Pengenalan Kehidupan Kampus Bagi Mahasiswa Baru (PKKMB). Dalam kegiatan PKKMB tersebut biasanya pihak panitia mengarahkan peserta PKKMB untuk menggunakan atribut yang seragam. Dimulai dari nametag, pakaian hingga peralatan.
Hal tersebut dimanfaatkan oleh beberapa orang untuk berdagang di area kampus, salah satunya Egi dari Bandung. Ia menjual atribut PKKMB disaat musim PMB tiba, tak hanya berjualan di satu universitas Egi pun berkeliling menjual atribut ke universitas-universitas yang sedang mengadakan PKKMB bahkan hingga ke Kabupaten Kuningan. Ia sudah menggeluti pekerjaan ini kurang lebih sepuluh tahun, dan pekerjaan sehari-hari Egi adalah pekerja serabutan.
Fenomena penjual atribut ini amat terasa efeknya bagi warga civitas, karena posisi dari lapak penjual tersebut yang memakan sebagian badan jalan yang biasa dilalui oleh pejalan kaki. Hal itu dirasakan oleh Wahyu salah satu mahasiswa baru Fakultas Ilmu Komputer (Fasilkom), “Kadang suka mengganggu pejalan kaki, motor.” Ujarnya, ia pun menambahkan lebih memilih membeli atribut di toko sekitar rumah.
Berbeda halnya dengan Shelin salah satu mahasiswa baru Fakultas Hukum, yang menjadi salah satu konsumen dari penjual Atribut depan kampus ini, “Sekalian lewat gitu loh karena kebetulan ada, lewat tempat fotocopy gitukan, sebenernya sih ini bukan sesuatu hal yang dianjurkan. Kalau untuk saya pribadi lebih baik di tempat pribadi misalnya di kantin, di pos khusus untuk berjualan tersendiri.” Ujarnya.
Mengenai hal tersebut I. Setiawan, petugas keamanan Unsika menjelaskan bahwa teguran sudah dilakukan tetapi hanya berlaku sementara, “Kalau kita ketemu sama orang-orang umum gitu kan, menyuruh kita untuk kalau bisa jangan berjualan disitu, kita sudah konfirmasikan sama pedagannya ya tetap aja angkat sebentar terus simpan lagi, kan akhirnya kita yang bosen, kalau misalnya ada penegasan dan ada tempat-tempat untuk mereka berjualan mungkin gak akan disitu.” Paparnya.
Toto Suharto, Kepala Bagian Umum pun memaparkan alasannya mengapa tidak dilakukan penertiban, “Sekarang bukan berarti mengizinkan, kita hanya belum memberikan tindakan. Besok udah mulai kegiatannya, apa boleh buat kita harus minta bantuan satpam supaya mensterilkan di tempat-tempat yang mengganggu ketertiban.”pungkasnya. (AD)
Kamis, 16 Mei 2019
Cabang Olahraga Unsika Dayung Club
Pada tahun 2012 telah dibentuk suatu cabang olahraga (cabor) baru di Universitas Singaperbangsa Karawang (Unsika) yang dipelopori oleh Rama Nurmansyah yang merupakan dosen Pendidikan Jasmani, Kesehatan dan Rekreasi (PJKR). Meskipun baru diresmikan tahun 2012, cabor dayung di Unsika sudah ada sejak tahun 2010. Pada saat itu, sudah ada peminat cabor dayung namun wadahnya sendiri belum ada. Hingga akhirnya dibentuklan suatu wadah yang mampu menaungi mahasiswa-mahasiswa yang memiliki kegemaran dalam cabang olahraga dayung. Hal ini juga bertujuan agar cabang olah raga dayung mampu dikenal lebih luas lagi oleh seluruh kalangan mahasiswa di Unsika dan masyarakat umumnya di Karawang.
Senin, 06 Mei 2019
Mengkaji Implementasi aktivitas Cyber Public Relations Universitas Singaperbangsa Karawang
Oleh : Tri Susanto M.I.Kom
Dosen Public Relations
Prodi Ilmu Komunikasi Fisip
Universitas Singaperbangsa Karawang
Penggunaan
Teknologi dewasa ini dalam kegiatan public
relations sangat dibutuhkan dalam membangun network kepada semuanya baik
konsumen ataupun relations yang dibutuhkan dalam sebuah institusi/Perusahaan,
hal ini dikenal dengan istilah Cyber Public Relations yaitu suatu usaha seorang
public relations yang menggunakan
media internet sebagai sarana publikasinya dalam meningkatkan reputasi baik
tingkat nasional maupun internasional. Persaingan yang ketat pada era digital
menuntut Perguruan tinggi terus bersaing dalam pemenuhan informasi pada
khalayak dalam proses ini Humas Unsika merupakan bagian terpenting dalam
kegiatan cyber public relations.
Institusi
pendidikan tinggi di Indonesia
berlomba-lomba untuk mengejar Predikat world class University melalui
pemeringkatan dan penilaian dari berbagai lembaga seperti webometrics, 4icu, QS
World University dll. Namun dari penilaian tersebut unsika masih jauh sekali
jaraknya versi webimetric unsika berada di posisi 423 tingkat nasional, 4icu
berada diperingkat 190 yang jauh dengan perguruan tinggi negeri baru (PTNB)
lainnya. Sedangkan versi QS World University Unsika tidak masuk dikarenakan
hanya 22 perguruan tinggi masuk dalam peringkat dunia. Lalu bagaimana dengan
versi kemenristekdikti ? pada tahun 2018 kemenristekdikti merilis 100 Perguruan
tinggi terbaik namu lagi-lagi Unsika belum berhasil masuk.
Minggu, 05 Mei 2019
Aliansi BEM dan BLM Sampaikan Keresahan Melalui Audiensi dan Refleksi
![]() |
| Refleksi oleh aliansi BEM dan BLM |
Aliansi Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) & Badan Legistaltif Mahasiswa (BLM) Universitas Singaperbangsa Karawang (Unsika) menghadiri audiensi kemahasiswaan di Gedung Rapat Opon Sopandji lantai 2 pada Jum'at, (03/05/19). Selain dihadiri delegasi dari BEM & BLM masing-masing fakultas, audiensi ini pun dihadiri oleh para Wakil Rektor Unsika. Audiensi yang merupakan langkah nyata dari mahasiswa untuk menyampaikan keresahan-keresahannya ini merupakan tindak lanjut atas refleksi yang sebelumnya telah dilakukan. Dalam audiensi ini ada 8 tuntutan yang dibahas yaitu ;Uang Kuliah Tunggal (UKT), fasilitas, akreditasi, UKT semester 9, Gedung Fasilkom dan Lab, status Fakultas Agama Islam, dekan dan hasil rapat kerja civitas.
Rabu, 13 Maret 2019
Unsika Siap Ujian Tulis Berbasis Komputer (UTBK)
Karawang, Ujian Tulis Berbasis Komputer (UTBK) kini menjadi sistem baru dan merupakan syarat wajib yang harus diikuti oleh peserta Seleksi Bersama Masuk Perguruan Tinggi Negeri (SBMPTN) 2019.
Jumat, 08 Februari 2019
Mangkraknya Fasilitas, Salah Siapa ?
![]() |
| Lift gedung perpustakaan tidak dapat beroperasi |
Fasilitas dan pendidikan merupakan dua hal yang saling berkesinambungan. Fasilitas sendiri meliputi dua aspek yang sangat penting, yakni sarana dan prasarana. Keberadaan sarana dan prasarana di lingkungan akademik kampus akan menunjang berjalannya kegiatan belajar mengajar menjadi lebih efektif dan kondusif. Selain itu, seiring dengan berkembangnya ilmu pengetahuan dan teknologi, fasilitas sangat dibutuhkan agar mutu pendidikan semakin meningkat.
Perihal Fasilitas, Universitas Singaperbangsa Karawang (Unsika) pada tahun sebelumnya (2018) terus menerus melakukan pembenahan. Mulai dari pembangunan gedung, pembenahan akses jalan ke perkiran dsb. Akan tetapi, dari banyaknya fasilitas yang mulai dibenahi Unsika, tak sedikit yang dirasa belum optimal bahkan rusak dan terbengkalai begitu saja, salah satunya lift. Hal itu pun disayangkan oleh Andy Yudithio mahasiswa Fakultas Ilmu Komputer semester 6. Andy merasa fasilitas tidak berbanding lurus dengan uang kuliah tunggal (UKT) yang dibayarkan.
Jumat, 02 Juni 2017
JUTSU, KOMUNITAS DARI UNSIKA UNTUK KARAWANG
Jepang mempunyai kebudayaan yang unik, hal ini membuat negara bunga sakura itu banyak dikenal masyarakat dunia salah satunya Indonesia. Adakala kita perlu mengetahui seperti apa kebudayaan Jepang itu, salah satunya bisa dengan mengikuti Komunitas Jutsu. Tahukah kamu apakah Komunitas Jutsu itu? Ya, Komunitas Jutsu ( Japanese Culture Singaperbangsa University ) adalah wadah bagi seluruh pecinta kebudayaan Jepang di Universitas Singaperbangsa Karawang yang saat ini diketuai oleh Darrenz Delfdiat, mahasiswa semester empat Fasilkom. “ Awalnya Jutsu bukanlah komunitas, namun menjadi ada karena orientasi untuk jadi komunitas, dulu hanya group chatting buat kumpulan pecinta kebudayaan Jepang agar bisa ngobrol-ngobrol saja. Dan waktu itu saya bukan anggota Jutsu, owner nya juga bukan saya melainkan Fatin dari Fakultas Pertanian angkatan 2015 tetapi sekarang beliau sudah pindah ke Sumbawa”, ujar Darrenz.
Anggota group chatt Jutsu kini sudah berjumlah 97 orang, namun anggotanya
tidak hanya terdiri dari kalangan mahasiswa Unsika saja. Ada dari kalangan
siswa SMP dan SMA yang memang memiliki hobi dan minat yang sama. Kini, Jutsu
sudah menjadi sebuah komunitas dan telah membentuk struktur kepengurusan. “
Jika untuk anggota group chat sih
kita terbuka ya gak Cuma anak Unsika aja, dari luar juga ada. Tapi, untuk
pengurusnya itu mahasiswa Unsika ”, tutur Darrenz saat ditemui diruang
Sekretariat BEM Fasilkom.
Komunitas yang sudah berdiri
sejak pertengahan tahun 2015 ini memiliki beberapa agenda rutin, seperti
mengikuti Even Matsuri (festival
budaya jepang), Meet Up Mingguan, dan
Benkyou ( belajar bahasa dan tata
cara tulis Jepang) yang dilaksanakan setiap satu minggu.
“ kalau untuk mengikuti event sih dari sebelum menjadi komunitas
pun kita sudah mengikuti beberapa acara seperti kita pernah ke Jak Japan, Hello
Fest, Karawang Japan Matsuri, Jiyuu Matsuri, dan masih banyak lagi. Biasanya
kita ke event-event sekitar Karawang , Bekasi dan Jakarta yang
transportasinya mudah untuk dijangkau ”, tutur Darrenz.
Selasa, 28 Juni 2016
Seleksi Mandiri Masuk Perguruan Tinggi Negeri (SMMPTN) Unsika Telah di Buka
![]() |
| PMB 2016 |
Dalam
Permenristek Dikti Nomor 2 Tahun 2015 , penerimaan mahasiswa baru untuk program
sarjana pada PTN terdiri dari 3 seleksi yaitu SNMPTN ( Seleksi Nasional Masuk Perguruan
Tinggi Negeri), SBMPTN ( Seleksi Bersama Masuk Perguruan Tinggi Negeri), dan
SMMPTN ( Seleksi Mandiri). Seleksi Bersama Masuk Perguruan Tinggi Negeri (
SBMPTN ) adalah salah satu jalur yang diadakah oleh pemerintah dengan
menggunakan sistem seleksi nasional dan hanya satu-satunya di Indonesia,
berbeda dengan Seleksi Mandiri yang dikelola dan merupakan kebijakan dari
masing-masing universitas dengan penyelenggaraannya di buat sesuai aturan yang
berlaku. Ada beberapa Universitas di Indonesia yang memiliki mekanisme jalur mandiri
antara lain : SIMAK (UI) ,UTUL (UGM), SPMK (UB), UTMI (IPB), UMB PT, UPI, dan termasuk juga SMMPTN Unsika.
Dalam
seleksi mandiri tahun ini Universitas Singaperbangsa Karawang membuka 21 prodi
yang termasuk kedalam penerimaan mahasiswa baru, 6 prodi diantaranya adalah
jurusan yang tidak dimuat dalam seleksi SBMPTN seperti Pascasarjana Ilmu Hukum,
Pascasarjana Manajemen, D3 Kebidanan, Manajemen Pendidikan Islam, Pendidikan
Agama Islam, Pendidikan Guru Raudhatul Athfal yang telah dibuka sejak 15 Maret
2016 sampai 15 Juli 2016.
Sedangkan
15 Prodi lainnya yang termasuk juga dalam jurusan di SBMPTN baru akan dibuka
pada tanggal 28 Juni 2016 pukul 16.00 WIB sampai tanggal 15 Juli 2016. Adapun
untuk Ujian nya akan dilaksanakan pada tanggal 23 Juli 2016, dilaksanakan
serentak dan tidak ada perbedaan diantara kedua jalur tersebut.
”Sebenarnya
dilakukan pembedaan tanggal pendaftaran bagi kedua jalur tersebut tidak akan
mempengaruhi apapun karena jalur SNMPTN dan SBMPTN hanya memuat jalur S1 saja
terkecuali untuk fakultas pendidikan agama islam dan untuk prodi Non-SBM ada
yang hanya program diplomat saja seperti kebidanan dan yang lainnya jadi hanya
tanggal pendaftarannya saja yang berbeda,” tutur pak Cecep selaku Kepala Biro
Akademik Unsika.
Persyaratan
utama pendaftaran SMMPTN 2016 adalah mahasiswa harus lulusan tahun 2016
berjalan dan maksimal adalah lulusan tahun 2013. Mengenai persyaratan khusus
hanya dimiliki beberapa prodi seperti Pendidikan
Jasmani Kesehatan dan Rekreasi (PJKR) yaitu calon mahasiswa harus mengikuti uji
motorik/keterampilan semua tergantung pada kebijakan dari pihak jurusan
tersebut sedangkan untuk prodi Kebidanan harus menempuh test psikotes, uji
kesehatan dan wawancara.Pengujian tersebut akan dilaksanakan setelah mengikuti
test awal pada tanggal 23 Juli 2016.
Mengenai
seleksi mandiri pasti akan dikenai biaya administrasi dan biaya mendaftar
karena bukan diselenggarakan oleh pemerintah dan tahun ini biaya pendaftaran
SMMPTN Unsika sebesar Rp.250.000 yang bisa dibayar ke Bank BTN. Untuk lebih
jelasnya dapat dibuka pada laman pmb.unsika.ac.id/smmptn
Setelah
mengikuti alur dan instruksi maka calon mahasiswa baru dapat mencetak pengantar
pembayaran ke Bank BTN setelah menyelesaikan administrasi calon mahasiswa baru
akan mendapatkan ID dan password, kemudian calon mahasiswa harus login kembali
untuk mengisi seluruh biodata baik calon mahasiswa serta orang tua dan data
kongkret mengenai penghasilan orang tua. Penghasilan kedua orang tua yang sudah
di isi nantinya akan menentukan biaya UKT yang diembankan kepada calon
mahasiswa setelah lulus.
Mengenai
UKT tingkatan golongan yang ada akan ditentukan oleh sistem, apabila kedua
penghasilan orang tua sudah dijumlahkan akan muncul biaya untuk calon mahasiswa
tersebut mendapat golongan UKT pada tingkat berapa.
“Dalam
pengisian data penghasilan orang tua dibutuhkan ketelitian,ketepatan,kejujuran
jangan sampai salah dan isilah dengan sebenar-benarnya karena jika tidak,hal
tersebut akan menghasilkan resiko yang besar, dan jangan sampai dikemudian hari
menuntut kepada pihak lembaga karena semua data tersebut di isi oleh calon
mahasiswa itu sendiri secara sadar. Akan lebih baik jika mengonsultasikannya
terlebih dahulu dengan keluarga.” pungkas Pak Cecep.
SMMPTN
tidak menerima mahasiswa dengan jalur bidikmisi, karena jalur bidikmisi
segalanya diatur oleh pemerintah pusat (kemristekdikti) dari mulai pendaftaran
sampai dengan waktu wisuda. “Tetapi untuk kedepannya pihak lembaga akan
mengusahakan dan terus berupaya agar dapat menerima mahasiswa jalur bidikmisi
karena harus mengajukannya terlebih dahulu dalam forum magis rektor dimana saat
itu semua PTN akan dipertemukan dan pemerintahlah yang tetap berhak memutuskan layak
atau tidaknya bidikmisi berada dalam jalur SMMPTN,” tutup Pak Cecep Kepada LPM
Unsika sore itu. (DM, RM, HLN)
Jumat, 03 Juni 2016
Dibalik Satu Dekade Mengabdi Pada Universitas Singaperbangsa Karawang
![]() |
| Dede Surahman (Babeh) Satpam UNSIKA |
Dede Surahman
lahir di Karawang 3 Juli 1963. Pria yang biasa akrab dipanggil Babe oleh mahasiswa di Unsika ini
memiliki 4 orang anak dan seorang istri. Di usia nya yang menginjak 53 tahun babe sapaan akrabnya kini sudah memiliki
5 orang cucu, 4 cucu dari anak pertama dan 1 cucu dari anak yang kedua. Pak
Dede saat ini bekerja sebagai Satpam di Universitas Singaperbangsa Karawang dan
sering terlihat di area gedung Rektorat. Pria berkepala plontos ini merupakan
asli penduduk Kabupaten Karawang yang saat ini tinggal di Perum Pepabri Blok A
karawang.Karena saat ini hanya tinggal berdua dengan istrinya Pak Dede mengajak
salah satu cucunya untuk tinggal bersamanya guna menjadi teman beliau dengan
istri di rumah.
Pak Dede sudah
memiliki banyak pengalaman, Sebelumnya beliau pernah bekerja di proyek Jalan
tol dari (1985-1988) lalu berlanjut di PT Pindo Deli (1988-1990) setelah
berhenti dia pun memutuskan kembali lagi bekerja dan masuk ke PT Tekmavo pada
tahun 1990-1992 lalu di mutasi ke Bogor dan masih banyak lagi pengalaman Pak
Dede sebelum bekerja di Unsika seperti bekerja di PT .Sandang Industri
Nusantara lalu di tempatkan di daerah KIC itu semua merupakan sederet
pengalaman dari Pak Dede.
Pada tahun 2006
Pak Dede melamar kerja di Unsika sebagai salah satu Keamanan sampai saat ini
sudah terhitung 10 tahun Pak Dede mengabdikan diri di Universitas
Singaperbangsa. Tak jarang ada mahasiswa yang membuatnya kesal karena selalu
melanggar peraturan ketika ingin masuk ke Gedung Rektorat seperti tidak memakai
sepatu, merokok dan sebagainya. Meskipun demikian pria yang ramah dan mudah
tersenyum ini selalu sabar dan tetap merasa senang dapat bekerja di Unsika
karena beliau mengatakan mahasiswa di Unsika sudah dianggapnya seperti anak
sendiri, Babe juga mengaku senang dapat
mengobrol dengan mahasiswa berbagi ilmu dan membuatnya semakin awet muda karena
selalu bertemu dengan jiwa-jiwa muda. Selain itu semenjak bekerja di Unsika
beliau sangat bersyukur karena dapat membiayai anak ketiga dan anak bungsunya
kuliah di Unsika sampai akhirnya mereka lulus S1 dari
Unsika dan salah satunya saat ini sedang menempuh kuliah S2 di Institut
Pertanian Bogor. Karena sebelumnya beliau mengungkapkan anaknya tidak dapat
melanjutkan kuliah, namun setelah berkerja di Unsika keadaan ekonomi keluarga
Pak Dede cukup terbantu.
Harapan Pak Dede dengan bergantinya status
Universitas Singaperbangsa Karawang menjadi Negeri maka Kampus ini dapat lebih
maju dan lebih baik lagi.
Kamis, 28 April 2016
Rumah Genset Di UNSIKA
Revisi Berita, sebelumnya mohon maaf kepada yang terhormat Pak Diki selaku Biro Umum dan narasumber beserta seluruh jajaran civitas akademika atas kesalahan redaksi kami. dimohonkan kepada seluruh pembaca untuk tidak berpikiran negatif, karena ini merupakan kesalahan redaksi kami.
Adapun daya yang dibutuhkan untuk pembagunan rumah genset tersebut sebesar 5000 watt, artinya daya tersebut cukup untuk membantu persediaan listrik di Gedung Rektorat pada saat terjadi pemadaman listrik.
Rabu, 27 April 2016. Perkembangan Fasilitas di UNSIKA semakin membaik. Hal ini ditandai dengan dibangunnya rumah genset yang berada tepat disamping gedung H Opon Sopandji. Pembangunan rumah genset berfungsi sebagai penyimpan daya listrik jika suatu saat aliran listrik di UNSIKA padam.
“Pembangunan rumah genset mempunyai manfaat seperti terlihat lebih praktis, terhindar dari kepanasan dan kehujanan juga sebagai pemanis nilai estetika di kampus, selain itu ruangan tersebut juga di desain dengan mengutamakan Safety Room agar saat litrik padam dapat dijangkau dengan mudah dan cepat karena tempatnya dekat dengan ruangan listrik”, ujar Pak Diki selaku bagian Biro Umum UNSIKA.Adapun daya yang dibutuhkan untuk pembagunan rumah genset tersebut sebesar 5000 watt, artinya daya tersebut cukup untuk membantu persediaan listrik di Gedung Rektorat pada saat terjadi pemadaman listrik.
Pembangunan rumah genset merupakan hasil dari upaya pengusulan yang dilakukan oleh Rektor UNSIKA.Pembangunan rumah genset di mulai dari tanggal 18 April 2016 dan rencananya akan terselesaikan dalam kurun waktu 14 hari kerja. Adapun anggaran yang digunakan dalam pembangunan rumah genset berasal dari pemerintah pusat atau menggunakan sistem penunjukan dengan pihak yang telah bekerjasama dengan UNSIKA.
“ Pembangunan rumah genset yang dilakukan saat ini membutuhkan biaya sekitar dibawah 200 juta rupiah dimana pembangunan tersebut berada di bawah tanggung jawab Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) dan panitia khusus yang telah di buat dalam proses pembangunan gedung”, Tutup pak Diki kepada LPM UNSIKA.
Reporter :
Diana, Fadilatun
Editor : Dwiyun Evi Yolanda
Reporter :
Diana, Fadilatun
Editor : Dwiyun Evi Yolanda
Rabu, 13 April 2016
Gedung baru siapa yang pakai?
![]() |
| Peresmian Gedung Baru Fakultas Ekonomi & Bisnis UNSIKA |
Karawang, 12 April 2016 pukul 13.00 WIB sedang berlangsung acara peresmian gedung baru di Fakultas Ekonomi dan Bisnis yang diprotokoli oleh Bapak Abdul Yusuf., SE,MM selaku kepala pusat Jurnal Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Singaperbangsa Karawang.
![]() |
| Paduan Suara UNSIKA |
Pada pembukaan acara tersebut Tim angklung dari Universitas Singaperbangsa karawang ikut ambil bagian dalam memeriahkan acara peresmian gedung baru di FEB. Acara ini juga di hadiri oleh banyak tamu undangan berupa perwakilan dari berbagai instansi seperti Pemerintah daerah Kab.Karawang, Bank BNI, Bank BTN, Bank Mandiri, Galuh Mas Marketing, Cipta Karya, dan juga DPRD Kab. Karawang.
“Pembangunan Gedung baru yang berlantai dua dengan luas 671,62 m2 ini menghabiskan dana kurang lebih sebesar Rp.2,7 Milyar. Dan sumber dana nya diperoleh dari pemerintah Kab.Karawang sejak UNSIKA masih berstatus swasta, dan maksud dari dibangunnya gedung ini adalah menjadi sarana atau media untuk menghasilkan sarjana yang profesional di masa depan, merealisasikan komitmen tentang peningkatan SDM di Karawang. Hal ini juga merupakan salah satu bentuk kepedulian pemerintah Kab.Karawang terhadap UNSIKA”, tutur Bapak Sonny selaku Dekan Fakultas Ekonomi dan Bisnis.
![]() |
| Penandatangan Oleh Bupati Karawang |
Dr. Cellica Nurrachadiana selaku Bupati Kabupaten Karawang juga mengaku antusias menghadiri acara peresmian gedung baru di FEB UNSIKA. Di kutip dari pidatonya sore tadi wanita yang akrab dengan sapaan Teh Celli, menuturkan harapannya agar akademi ini dapat menjadi pelaku-pelaku pembangun ekonomi di Indonesia.
Beliau juga berharap agar mahasiswa FEB UNSIKA dapat menjaga amanah rakyat agar mau merawat dan memfungsionalkan gedung baru ini dengan baik agar kelak menghasilkan sarjana yang kompeten serta FEB dapat menjadi mitra bisnis untuk membangun Kabupaten Karawang guna merealisasikan pengembangan konseptual ekonomi makro.
“Saya juga mengharapkan setelah pembangunan gedung baru FEB ini mahasiswanya aktif berangkat kuliah, dosen nya juga aktif berangkat mengajar serta semua pihak bersinergi untuk saling menguatkan”, ujar Teh Celli sore itu.
Namun pembangunan gedung baru tersebut menuai banyak pertanyaan dari mahasiswa FEB mengenai mengapa gedung baru tersebut tidak di fungsikan menjadi ruang kelas ataupun ruang praktikum untuk mahasiswa mengingat pembayaran UKT yang terhitung mahal.
“Tidak adil rasanya,kami yang bayar UKT cukup mahal mendapatkan fasilitas yang tidak sesuai” komentar salah satu mahasiswa FEB yang tidak ingin disebutkan identitasnya.
Adanya pertanyaan tersebut langsung dibantah oleh dekan FEB melalui LPM UNSIKA. Beliau mengungkapkan bahwa gedung yang ada di Fakultas Ekonomi dan Bisnis yang lama sudah difungsionalkan untuk ruang kelas dan ruang praktikum.
“Gedung lama FEB itu digunakan untuk ruang kelas dan ruang praktikum karena ruang tata usaha,ruang KA Prodi, dan ruang dekan serta wakil dekan saat ini dicampur dengan ruang kelas. Jadi, dengan dibangunnya gedung baru ini dapat mengefisiensi ruang-ruang kelas untuk mahasiswa FEB Universitas Singaperbangsa Karawang”, tutup Pak Sonny kepada LPM UNSIKA selaku Dekan FEB di Universitas Singaperbangsa Karawang.
REPORTER
Diana, Dina
EDITOR : Dwiyun Evi Yolanda
Rabu, 20 Januari 2016
UNSIKA di Karawang Education Fair 2016
Karawang Education Fair adalah serangkaian acara tahunan yang diselenggarakan
oleh Ikatan Alumni SMA Negeri 1 Karawang (SMANSAKA) pada tanggal 17
Januari 2016 di area SMAN 1 Karawang dengan harga tiket masuk sebesar 15
ribu rupiah dan dihadiri sekitar 2000 peserta. Acara yang berlangsung
mulai pukul 08.00 WIB ini mendapat dukungan dari pihak sekolah yang
ditujukan untuk siswa-siswi kelas 12 di Karawang. KEF 2016 ini dilandasi
oleh misi kemanusiaan dengan rasa keprihatinan mahasiswa akan minimnya
calon mahasiswa Karawang yang akan melanjutkan pendidikan ke jenjang
perguruan tinggi dan untuk memperkenalkan dan mensosialisasik an
UNSIKA agar semakin dikenal sebagai perguruan tinggi negeri kepada
siswa-siswi di Karawang. Acara ini turut diramaikan oleh stand perguruan
tinggi negeri dan perguruan tinggi swasta seperti UNPAD, IPB, ITB, UGM,
STAN, UNJ, UNSIKA, STIS, UNNES, UNDIP, UI, UPI, UNSOED, UNY, UIN
Yogyakarta, UIN Bandung, UIN Jakarta, AKINDO, UNS, Telkom University,
Universitas Trisakti Jakarta, President University, AKA Bogor,
Universitas Teknologi Yogyakarta, BINUS, Institut Seni Indonesia,
Universitas Ahmad Dahlan, Universitas Muhammadiyah Yogyakarta,
Universitas Islam Indonesia. Dan pada hari pelaksanaan acara booth
UNSIKA cukup ramai dikunjungi tercatat ada sekitar 300 peserta yang
mengunjungi booth UNSIKA. Perwakilan UNSIKA dalam acara KEF tersebut
terdiri dari Densu, Yessi, Fitri, Vinka, Johan, Rizvia, Mitta, Henna dan
ketua perwakilan unsika yaitu Rizki Alfiansyah mereka adalah mahasiswa
angkatan 2015 yang ingin turut ambil bagian untuk memperkenalkan UNSIKA
lebih dalam lagi ke khalayak ramai. Mereka mensosialisasik an Unsika dengan cara talkshow dan bincang-bincang santai dan menjelaskan fakultas prodi dan apa saja yang ada di kampus merah marun tersebut.
Rizki menjelaskan bahwa ia dan kawan-kawan lainnya ikut ambil bagian
dalam acara ini agar Universitas Singaperbangsa Karawang semakin dikenal
sebagai PTN yang mampu bersaing dengan PTN lainnya. Apalagi cukup
prihatin karena masih banyak siswa yang belum mengetahui bahwa UNSIKA
telah menjadi PTN mengingat status Unsika terdahulu adalah perguruan
tinggi swasta ujar mahasiswa asli Karawang tersebut.
Dia berharap
dengan adanya acara ini semakin banyak siswa-siswi di Karawang maupun
di Indonesia untuk melanjutkan cita-citanya di UNSIKA.
Semoga acara ini dapat diselenggarakan
setiap tahun agar siswa-siswi di Karawang dapat mengetahui info
perguruan tinggi dan mereka dapat menentukan jurusan yang mereka
inginkan agar cita-cita yang mereka dambakan bisa tercapai dengan
sempurna dan tanpa ada kendala.(IMI)
PRO KONTRA ATAS PERATURAN UJIAN AKHIR SEMESTER
UAS atau Ujian Akhir Semester adalah salah satu
agenda yang diselenggaran disetiap akhir setelah 14 kali pertemuan masa
perkuliahan. Setiap fakultas yang ada di Universitas Singaperbangsa
Karawang selalu melaksanakan agenda ujian dan membuat peraturannya
masing-masing. Adapun peraturan yang diberlakukan bagi seluruh fakultas
yaitu siapa yang tidak mengambil kartu UAS selama jangka waktu yang
telah ditentukan maka tidak akan diperbolehkan untuk mengikuti UAS.
Peraturan ini ditujukan agar mahasiswa meningkatkan kedisiplinan pada
dirinya sendiri. Namun, peraturan ini nyatanya masih dapat ditolerir
apabila mahasiswa tersebut telah melunasi segala admistrasi yang menjadi
kewajiban bagi seluruh mahasiswa.
“Mahasiswa yang tidak
mengambil kartu UAS dengan tepat waktu tidak diizinkan mengikuti UAS.” ”
ujar Rahmat Gustiawan selaku kepala staf tata usaha FISIP kepada LPM
UNSIKA.
Namun, dibalik regulasi tersebut muncul berbagai kontra
dari berbagai pihak terkait. Karena, menilai regulasi tersebut belum
kondusif untuk diberlakukan serta belum adanya dasar aturan yang dibuat
pihak rektorat sehingga aturan tersebut menjadi semakin tidak jelas
landasan hukumnya.
“Saya tidak mengetahui untuk membuat dasar
setuju atau tidaknya mengenai peraturan tersebut. Namun, saya sudah
mencari apakah peraturan tersebuat ada termasuk di dalam peraturan
akademik yang berlaku di UNSIKA.” Tutur Yayang Suharso menanggapi
peraturan yang menjadi pro dan kontra saat ini.
Tetapi, dengan
menimbang unsur lain yaitu pembayaran uang semester, apabila telah
memenuhi pembayaran maka diperbolehkan mengikuti UAS atas perijinan dari
ketua penyelenggara UAS.
“Peraturan yang saat ini sudah lama
diterapkan dengan tujuan mahasiswa dapat mengikuti ujian dengan tenang
dan tidak akan menyulitkan banyak pihak, karena tugas kami sebagai tata
usaha bukan hanya membagikan kartu UAS saja” lanjut Rahmat.
“Mengenai pengumuman informasi yang bersangkutan dengan pengambilan
kartu UAS telah dipasang di mading fakultas masing-masing, dan disetiap
pintu-pintu kelas. Jadi, jika ada mahasiswa yang mengatakan dia tidak
mengetahui mengenai info tersebut berarti ia tidak membaca pengumuman
yang telah dibuat.” Tutup Rahmat Gustiawan.
Mahasiswa yang
terlambat dalam pengambilan kartu UAS dan tidak diperbolehkan mengikuti
UAS diberikan kesempatan untuk mengikuti ujian susulan yang telah
ditentukan panitia penyelenggara UAS.
“emang sih,ada yang namanya
ujian susulan tapi tetep aja bisa ikut kalau sudah bayar. Solusi
satu-satunya buat mahasiswa bisa ikut UAS ya harus bayaran dulu, tetapi
peraturan tersebut tidak sesuai dengan apa yang terjadi dalam proses
perkuliahan karena saya pernah mengalami ada salah satu MK dari awal
sampai UTS tidak ada dosen yang menyampaikan materi perkuliahan
tersebut. Peraturan yang diberlakukan untuk mahasiswa yaitu harus tertib
mengenai administrasi dan keuangan, oleh sebab itu lembaga juga harus
bisa memberikan sarana dan prasarana yang sudah menjadi hak mahasiswa
yang telah melaksanakan kewajibannya,” tutur Yayang Suharso saat
mengutarakan pendapatnya.
“Mengenai peraturan tersebut kita juga
kurang paham, karena kita sendiri selaku mahasiswa yang aktif dalam
lingkungan organisasi tidak mengetahui apakah peraturan tersebut memang
ada di dalam peraturan Akademik di UNSIKA karena dari pihak BEMU maupun
dari direktorat tidak ada yang memberikan sosialisasi, ” jelas Agil
As’ari.
Adanya pemberlakuan regulasi tersebut justru semakin memicu berbagai polemik di kalangan mahasiswa.
“Saya sering mendengar keluhan mahasiswa mengenai dosen yang sering
mengganti jadwal perkuliahan. Padahal, jadwal perkuliahan sudah
ditentukan sejak awal,ada juga dosen yang menggandakan absensi hanya
dalam satu kali pertemuan karena dalam pertemuan sebelumnya dosen
tersebut tidak masuk, banyak juga dosen yang mempercepat selesainya
pertemuan perkuliahan yang akhirnya terkesan buru-buru padahal masih ada
pertemuan yang tersisa dan dapat menggantikan materi yang belum selesai
sebelum UTS maupun UAS dilaksanakan, bahkan faktanya jika dosen tidak
masuk kelas bisa diadakannya pergantian jam perkuliahan namun, jika
mahasiswa tidak masuk kuliah absen tetap kosong,” tutup Yayang
mengakhiri perbincangannya sore itu.(DM,DH,DE)
Selasa, 19 Januari 2016
Seleksi Atlet POM FAI
(18-01-2016),
Fakultas Agama Islam (FAI) UNSIKA kembali mengadakan kegiatan untuk menyeleksi
mahasiswa FAI untuk ikut serta di acara POSMA (pekan olahraga mahasiswa
unsika). Kegiatan ini sudah fakum hampir lima tahun tetapi Saefudin selaku
ketua pelaksana mengatakan, bahwa ia ingin mengaktifkan kembali kegiatan ini.
Cabang
olahraga yang di pertandingkan dalam kegiatan ini ada 5 cabang diantaranya: Voli,
basket, futsal, tenis meja, dan catur. Acara ini di mulai dari tanggal 17
januari 2016 sampai dengan selesai. Peserta yang mengikuti kegiatan ini di ambil
dari perwakilan setiap kelas dan ada registrasi ulang.
Tujuan
diadakan nya kegiatan ini selain untuk menyeleksi mahasiswa FAI untuk ikut ke
POSMA juga untuk mengeratkan tali silturahmi antar mahasiswa FAI dan untuk meningkatkan
jiwa olahraga mereka, seperti yang kita ketahui mereka hanya bergelut di bidang
rohani. Kali ini mereka tidak hanya ingin aktif di bidang rohani saja tetapi
juga ingin aktif di bidang olahraga.
Kendala
dari kegiatan ini terletak dalam hal dana. Karena setiap kegiatan, dana menjadi
salah satu pokok yang harus ada untuk terselenggarakannya kegiatan. “semoga
seleksi ini melahirkan atlet – atlet yang berbakat dari Fakultas Agama Islam”
tutupnya. (H)
Sabtu, 02 Januari 2016
MASYARAKAT EKONOMI ASIA 2015 TEMAN ATAU LAWAN?
ASEAN Community 2015 atau biasa kita sebut dengan Masyarakat Ekonomi Asia 2015 adalah tempat dimana sepuluh negara ASEAN bersatu untuk membangun kehidupan yang lebih baik bagi semua orang terkhusus masyarakat ASEAN.
Sebenarnya ASEAN Community baru akan terbentuk tahun 2020 tapi dari hasil KTT ke-12 ASEAN, disepakati pembentukan Komunitas ASEAN dari tahun 2020 dipercepat menjadi tahun 2015. Dasar terbentuknya ASEAN Community 2015 ini ditopang oleh tiga pilar utama, yaitu Komunitas Politik dan Keamanan ASEAN, Komunitas Ekonomi ASEAN, Komunitas Sosial dan Budaya ASEAN.
Disetiap pilar yang ada, pastinya mempunyai tujuannya masing-masing.
Tujuan dibuatnya Ekonomi ASEAN 2015 yaitu meningkatkan stabilitas perekonomian dikawasan ASEAN, dengan dibentuknya kawasan ekonomi ASEAN 2015 ini diharapkan mampu mengatasi masalah-masalah dibidang ekonomi antar negara ASEAN, dan bagi Indonesia sendiri diharapkan agar tidak terjadinya krisis lagi.
Ada beberapa faktor yang mempengaruhi pertumbuhan ekonomi yaitu faktor sumber daya manusia, faktor sumber daya alam, faktor ilmu pengetahuan dan teknologi, faktor budaya dan faktor daya modal. Lalu kita dapat melihat bagaimana kelima faktor tersebut sudah secara maksimal dikelola, faktanya ada beberapa negara di kawasan Asia Tenggara yang masih kurang dalam pengelolaan beberapa faktor tersebut walaupun ada beberapa negara lainnya sudah mampu dalam pengelolaannya.
Jika melihat kelima faktor tersebut, masih ada beberapa faktor yang belum dapat dimaksimalkan di Indonesia. Untuk itu Indonesia dan sembilan negara lainnya membentuk ASEAN Community 2015 atau Komunitas ASEAN 2015 dengan tujuan yang baik.
Namun,jika melihat dari berbagai aspek kesiapan dari Negara kita apakah MEA akan menjadi teman bagi Indonesia atau sebaliknya?
Inilah yang menjadi pertanyaan kita bersama, mampukah bangsa ini ikut bersaing dalam mengahadapi Masyarakat Ekonomi Asia 2015 yang sebentar lagi akan dimulai.
Sebagai warga negara Indonesia, dimana Indonesia merupakan salah satu negara yang menjadi anggota dari Komunitas Ekonomi ASEAN 2015 kita seharusnya memiliki pemahaman dan mengerti mengenai segala hal yang menjadi tujuan dari dibentuknya Komunitas Ekonomi ASEAN 2015 sehingga kita mempunyai pandangan dan penilaian terhadap Komunitas Ekonomi ASEAN 2015 serta kita dapat mengetahui hal-hal yang perlu dipersiapkan untuk menyambut Masyarakat Ekonomi ASEAN (MEA) 2015 yang sebentar lagi akan diresmikan akhir desember ataupun awal Januari 2016.
MEA 2015 bukan hanya tempat berkumpulnya semua negara ASEAN tapi bisa saja menjadi ajang pertandingan ekonomi antar Negara di Asia Tenggara.
Kita kembali lagi melihat kesiapan bangsa ini dalam menghadapi MEA 2015 mungkin banyak penilaian bahwa Indonesia belum siap. Tapi terlepas dari kesiapan Indonesia yang sebenarnya mempunyai banyak potensi dan juga modal yang kuat karena Negara kita memiliki wilayah yang sangat luas dibanding dengan Negara lainnya serta didukung oleh sumber daya alam yang melimpah, apabila dapat dikelola dengan baik bukan hal yang mustahil Indonesia menjadi pemenang di pertandingan perdagangan bebas ini.
Walaupun MEA 2015 dipandang sebagai sebuah peluang positif bagi perkembangan ekonomi nasional, namun banyak tantangan dan hambatan yang terus menghantui Indonesia dari waktu ke waktu yang semestinya dapat segera teratasi. Hambatan dan tantangan yang perlu dibenahi pemerintah kita adalah mengenai infrastruktur, birokrasi, kualitas sumber daya manusia yang kita ketahui masih sangat minim karena kurang meratanya pendidikan di Negara kita dan masalah perburuhan yang masih belum sejahtera,kebijakan nasional dan daerah yang masih kurang terarah, daya saing pengusaha nasional, korupsi yang terus bertumbuh, dan pungutan pajak liar yang mengakibatkan harga-harga barang menjadi tinggi di pasaran.
Contoh yang terjadi nanti ketika memasuki era MEA 2015 semua tenaga kerja dapat mencari pekerjaan di kawasan ASEAN dengan beberapa profesi yang telah disepakati untuk bebas bekerja di negara-negara ASEAN seperti perawat, arsitek, dokter,dokter gigi,pemandu wisata, akuntan, dan lain-lain, dengan segala kemudahan yang dapat diperoleh. Namun masalahnya apabila sumber daya manusia di Indonesia tidak mampu bersaing mendapatkan pekerjaan tersebut, bisa kita bayangkan berapa persen untuk persentase pengangguran pasti akan meningkat karena hanya sebagian kecil masyarakat kita yang mampu bersaing dengan kesembilan Negara lainnya yang mempunyai SDM lebih tinggi, akankah Indonesia akan menang jika hanya mengandalkan wilayah yang luas dan keberagaman budaya bangsa ini?
tentu tidak jika tidak di dukung dengan sumberdaya manusia yang lebih baik lagi.
Meskipun demikian, kita tidak boleh pesimis dalam menghadapi MEA yang akan diumumkan dalam hitungan beberapa hari kedepan, kita tidak boleh hanya tinggal diam dalam menghadapi hal ini.
masyarakat Indonesia harus bangkit dari rasa pesimis dalam menghadapi MEA 2015 agar kita bangsa Indonesia bukan hanya menjadi penoton tapi kita juga mampu menjadi penggerak dan pelaku dalam upaya memperbaiki ekonomi nasionaldengan cara belajar dan menghilangkan buta huruf jilid II yaitu minimnya pengetahuan akan teknologi serta kurangnya pembelajaran akan bahasa asing terutama bahasa inggris yang akan menjadi satu-satunya alat komunikasi kita nantinya dalam mengahadapi MEA.
kita harus bersatu dan membantu pemerintah dalam mewujudkan impian untuk mensejahterakan bangsa Indonesia dan bangkit dari krisis Ekonomi. (DEY)























