Tampilkan postingan dengan label News. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label News. Tampilkan semua postingan

Senin, 30 November 2020

Kamis, 09 Januari 2020

Candi Jiwa, Lumbung Candi Hasil Tarumanegara

sumber gambar: disparbud.jabarprov.go.id
 
Karawang yang akrab dengan kota lumbung padi, ternyata menyimpan lumbung-lumbung lainnya. Salah satunya yaitu lumbung candi. Candi Jiwa yang terletak di Kecamatan Pakisjaya Karawang menjadi salah satu bukti nyatanya. Dengan luas mencapai 5 km2 dan diapit oleh sawah-sawah memesona, candi ini ternyata menyimpan sejarah hangat dengan kerajaan silam yang ada di Indonesia.

Tarumanegara, salah satu kerajaan raksaksa di Indonesia menyimpan kisah yang menarik dengan Candi Jiwa. Tidak kalah sejarahnya dengan Candi Borobudur, Candi Jiwa diprediksi menjadi salah satu candi tertua di Indonesia. Dari beberapa sumber yang ada, pembangunan candi ini antara abad ke-2 hingga abad ke-12 Masehi. Hal ini berkaitan dengan sejarah Kerajaan Tarumanegara.

Jumat, 27 Desember 2019

Jembatan Unsika Resmi dibuka, Teras bak Teras Cikapundung jadi Rencana Pembangunan Selanjutnya!



Pembangunan jembatan samping Universitas Singaperbangsa Karawang (Unsika) telah resmi dibuka pada, Jumat(27/12/19). Pembangunan jembatan ini dimulai sejak bulan agustus lalu, tepatnya Rabu (21/08/19). Cellica Nurrachadiana, Bupati Karawang memaparkan ada dua peresmian jembatan hari ini, yaitu Jembatan Unsika dan Jembatan BTB II Kec. Ciampel. Selain itu perbaikan-perbaikan jembatan lain pun masih dilakukan, "Jembatan-jembatan lain sedang dibangun oleh pemerintah Kabupaten Karawang dibantu oleh pak gubernur pemerintah Provinsi Jawa Barat, khususnya Walahar yang menjadi target RPJ, rencana pencapaian bupati & wakil bupati di periodesasi 2016-2021."paparnya.


Senin, 23 Desember 2019

Tiga Anggota Mapalaska Meninggal Dunia Saat Susur Gua



Tiga anggota Mahasiswa Pecinta Alam Universitas Singaperbangsa Karawang (Mapalaska) meninggal dunia akibat air bah yang melanda saat melakukan kegiatan Pendidikan Lanjutan dalam Proses Pengambilan Nomor Anggota Tetap di Gua Lele, Kampung Tanahbereum, Desa Tamansari, Kecamatan Pangkalan, Kabupaten Karawang, pada Minggu (22/12/2019)

Berdasarkan informasi yang LPM Unsika terima dari Wasikin, KBO Satreskim Polres Karawang, korban berjumlah 3 orang atas nama Erisya Rifania (20) mahasiswi program studi Pendidikan Matematika, Alief Rindu Arrafa (19) mahasiswa program studi PBSI, dan Ainan Fatmatuzzahro (19) mahasiswi program studi Ilmu Gizi. Seluruh korban berhasil dievakuasi oleh Tim SAR Gabungan pada Senin (23/12/2019). Saat ini korban telah dilakukan otopsi di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Karawang.

Hingga berita ini naikkan, keterangan mengenai kronologis kejadian masih dalam tahap pemeriksaan Satreskrim Polres Karawang. Sementara itu, untuk hasil otopsi korban akan dipaparkan bersamaan dengan press release dari Kapolres Karawang. (AD, LM, PIN)

Minggu, 25 Agustus 2019

Fenomena Menjamurnya Penjual Atribut PKKMB di Depan Unsika





Bulan Agustus identik dengan bulan Penerimaan Mahasiswa Baru (PMB) di berbagai universitas di Indonesia. Tahap awal yang dilalui oleh mahasiswa baru adalah mengikuti kegiatan Pengenalan Kehidupan Kampus Bagi Mahasiswa Baru (PKKMB). Dalam kegiatan PKKMB tersebut biasanya pihak panitia mengarahkan peserta PKKMB untuk menggunakan atribut yang seragam. Dimulai dari nametag, pakaian hingga peralatan.

Hal tersebut dimanfaatkan oleh beberapa orang untuk berdagang di area kampus, salah satunya Egi dari Bandung. Ia menjual atribut PKKMB disaat musim PMB tiba, tak hanya berjualan di satu universitas Egi pun berkeliling menjual atribut ke universitas-universitas yang sedang mengadakan PKKMB bahkan hingga ke Kabupaten Kuningan. Ia sudah menggeluti pekerjaan ini kurang lebih sepuluh tahun, dan pekerjaan sehari-hari Egi adalah pekerja serabutan.

Fenomena penjual atribut ini amat terasa efeknya bagi warga civitas, karena posisi dari lapak penjual tersebut yang memakan sebagian badan jalan yang biasa dilalui oleh pejalan kaki. Hal itu dirasakan oleh Wahyu salah satu mahasiswa baru Fakultas Ilmu Komputer (Fasilkom), “Kadang suka mengganggu pejalan kaki, motor.” Ujarnya, ia pun menambahkan lebih memilih membeli atribut di toko sekitar rumah.

Berbeda halnya dengan Shelin salah satu mahasiswa baru Fakultas Hukum, yang menjadi salah satu konsumen dari penjual Atribut depan kampus ini, “Sekalian lewat gitu loh karena kebetulan ada,  lewat tempat fotocopy gitukan, sebenernya sih ini bukan sesuatu hal yang dianjurkan. Kalau untuk saya pribadi lebih baik di tempat pribadi misalnya di kantin, di pos khusus untuk berjualan tersendiri.” Ujarnya.

Mengenai hal tersebut I. Setiawan, petugas keamanan Unsika menjelaskan bahwa teguran sudah dilakukan tetapi hanya berlaku sementara, “Kalau kita ketemu sama orang-orang umum gitu kan, menyuruh kita untuk kalau bisa jangan berjualan disitu, kita sudah konfirmasikan sama pedagannya ya tetap aja angkat sebentar terus simpan lagi, kan akhirnya kita yang bosen, kalau misalnya ada penegasan dan ada tempat-tempat untuk mereka berjualan mungkin gak akan disitu.” Paparnya.

Toto Suharto, Kepala Bagian Umum pun memaparkan alasannya mengapa tidak dilakukan penertiban, “Sekarang bukan berarti mengizinkan, kita hanya belum memberikan tindakan. Besok udah mulai kegiatannya, apa boleh buat kita harus minta bantuan satpam supaya mensterilkan di tempat-tempat yang mengganggu ketertiban.”pungkasnya. (AD)

Kamis, 16 Mei 2019

Cabang Olahraga Unsika Dayung Club

Pada tahun 2012 telah dibentuk suatu cabang olahraga (cabor) baru di Universitas Singaperbangsa Karawang (Unsika) yang dipelopori oleh Rama Nurmansyah yang merupakan dosen Pendidikan Jasmani, Kesehatan dan Rekreasi (PJKR). Meskipun baru diresmikan tahun 2012, cabor dayung di Unsika sudah ada sejak tahun 2010. Pada saat itu, sudah ada peminat cabor dayung namun wadahnya sendiri belum ada. Hingga akhirnya dibentuklan suatu wadah yang mampu menaungi mahasiswa-mahasiswa yang memiliki kegemaran dalam cabang olahraga dayung. Hal ini juga bertujuan agar cabang olah raga dayung mampu dikenal lebih luas lagi oleh seluruh kalangan mahasiswa di Unsika dan masyarakat umumnya di Karawang.

Senin, 06 Mei 2019

Mengkaji Implementasi aktivitas Cyber Public Relations Universitas Singaperbangsa Karawang



Oleh : Tri Susanto M.I.Kom

Dosen Public Relations
Prodi Ilmu Komunikasi Fisip
Universitas Singaperbangsa Karawang

Penggunaan Teknologi dewasa ini dalam kegiatan public relations sangat dibutuhkan dalam membangun network kepada semuanya baik konsumen ataupun relations yang dibutuhkan dalam sebuah institusi/Perusahaan, hal ini dikenal dengan istilah Cyber Public Relations yaitu suatu usaha seorang public relations yang menggunakan media internet sebagai sarana publikasinya dalam meningkatkan reputasi baik tingkat nasional maupun internasional. Persaingan yang ketat pada era digital menuntut Perguruan tinggi terus bersaing dalam pemenuhan informasi pada khalayak dalam proses ini Humas Unsika merupakan bagian terpenting dalam kegiatan cyber public relations.
Institusi pendidikan tinggi di Indonesia  berlomba-lomba untuk mengejar Predikat world class University  melalui pemeringkatan dan penilaian dari berbagai lembaga seperti webometrics, 4icu, QS World University dll. Namun dari penilaian tersebut unsika masih jauh sekali jaraknya versi webimetric unsika berada di posisi 423 tingkat nasional, 4icu berada diperingkat 190 yang jauh dengan perguruan tinggi negeri baru (PTNB) lainnya. Sedangkan versi QS World University Unsika tidak masuk dikarenakan hanya 22 perguruan tinggi masuk dalam peringkat dunia. Lalu bagaimana dengan versi kemenristekdikti ? pada tahun 2018 kemenristekdikti merilis 100 Perguruan tinggi terbaik namu lagi-lagi Unsika belum berhasil masuk.

Minggu, 05 Mei 2019

Aliansi BEM dan BLM Sampaikan Keresahan Melalui Audiensi dan Refleksi

Refleksi oleh aliansi BEM dan BLM

Aliansi Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) & Badan Legistaltif Mahasiswa (BLM) Universitas Singaperbangsa Karawang (Unsika) menghadiri audiensi kemahasiswaan di Gedung Rapat Opon Sopandji lantai 2 pada Jum'at, (03/05/19). Selain dihadiri delegasi dari BEM & BLM masing-masing fakultas, audiensi ini pun dihadiri oleh para Wakil Rektor Unsika. Audiensi yang merupakan langkah nyata dari mahasiswa untuk menyampaikan keresahan-keresahannya ini merupakan tindak lanjut atas refleksi yang sebelumnya telah dilakukan. Dalam audiensi ini ada 8 tuntutan yang dibahas yaitu ;Uang Kuliah Tunggal (UKT), fasilitas, akreditasi, UKT semester 9, Gedung Fasilkom dan Lab, status Fakultas Agama Islam, dekan dan hasil rapat kerja civitas.

Rabu, 13 Maret 2019

Unsika Siap Ujian Tulis Berbasis Komputer (UTBK)




Karawang, Ujian Tulis Berbasis Komputer (UTBK) kini menjadi sistem baru dan merupakan syarat wajib yang harus diikuti oleh peserta Seleksi Bersama Masuk Perguruan Tinggi Negeri (SBMPTN) 2019.

Jumat, 08 Februari 2019

Mangkraknya Fasilitas, Salah Siapa ?

Lift gedung perpustakaan tidak dapat beroperasi


Fasilitas dan pendidikan merupakan dua hal yang saling berkesinambungan. Fasilitas sendiri meliputi dua aspek yang sangat penting, yakni sarana dan prasarana. Keberadaan sarana dan prasarana di lingkungan akademik kampus akan menunjang berjalannya kegiatan belajar mengajar menjadi lebih efektif dan kondusif. Selain itu, seiring dengan berkembangnya ilmu pengetahuan dan teknologi, fasilitas sangat dibutuhkan agar mutu pendidikan semakin meningkat.

Perihal Fasilitas, Universitas Singaperbangsa Karawang (Unsika) pada tahun sebelumnya (2018) terus menerus melakukan pembenahan. Mulai dari pembangunan gedung, pembenahan akses jalan ke perkiran dsb. Akan tetapi, dari banyaknya fasilitas yang mulai dibenahi Unsika, tak sedikit yang dirasa belum optimal bahkan rusak dan terbengkalai begitu saja, salah satunya lift. Hal itu pun disayangkan oleh Andy Yudithio mahasiswa Fakultas Ilmu Komputer semester 6. Andy merasa fasilitas tidak berbanding lurus dengan uang kuliah tunggal (UKT) yang dibayarkan.

Jumat, 02 Juni 2017

JUTSU, KOMUNITAS DARI UNSIKA UNTUK KARAWANG


Jepang mempunyai kebudayaan yang unik, hal ini membuat negara bunga sakura itu banyak dikenal masyarakat dunia salah satunya Indonesia. Adakala kita perlu mengetahui seperti apa kebudayaan Jepang itu, salah satunya bisa dengan mengikuti Komunitas Jutsu. Tahukah kamu apakah Komunitas Jutsu itu? Ya, Komunitas Jutsu ( Japanese Culture Singaperbangsa University ) adalah wadah bagi seluruh pecinta kebudayaan Jepang di Universitas Singaperbangsa Karawang yang saat ini diketuai oleh Darrenz Delfdiat, mahasiswa semester empat Fasilkom. “ Awalnya Jutsu bukanlah komunitas, namun menjadi ada karena orientasi untuk jadi komunitas, dulu hanya group chatting buat kumpulan pecinta kebudayaan Jepang agar bisa ngobrol-ngobrol saja. Dan waktu itu saya bukan anggota Jutsu, owner nya juga bukan saya melainkan Fatin dari Fakultas Pertanian angkatan 2015 tetapi sekarang beliau sudah pindah ke Sumbawa”, ujar Darrenz.

Anggota group chatt Jutsu kini sudah berjumlah 97 orang, namun anggotanya tidak hanya terdiri dari kalangan mahasiswa Unsika saja. Ada dari kalangan siswa SMP dan SMA yang memang memiliki hobi dan minat yang sama. Kini, Jutsu sudah menjadi sebuah komunitas dan telah membentuk struktur kepengurusan. “ Jika untuk anggota group chat sih kita terbuka ya gak Cuma anak Unsika aja, dari luar juga ada. Tapi, untuk pengurusnya itu mahasiswa Unsika ”, tutur Darrenz saat ditemui diruang Sekretariat BEM Fasilkom.


Komunitas yang sudah berdiri sejak pertengahan tahun 2015 ini memiliki beberapa agenda rutin, seperti mengikuti Even Matsuri (festival budaya jepang), Meet Up Mingguan, dan Benkyou ( belajar bahasa dan tata cara tulis Jepang) yang dilaksanakan setiap satu minggu.
“ kalau untuk mengikuti event sih dari sebelum menjadi komunitas pun kita sudah mengikuti beberapa acara seperti kita pernah ke Jak Japan, Hello Fest, Karawang Japan Matsuri, Jiyuu Matsuri, dan masih banyak lagi. Biasanya kita ke event-event sekitar Karawang , Bekasi dan Jakarta yang transportasinya mudah untuk dijangkau ”, tutur Darrenz.

Selasa, 28 Juni 2016

Seleksi Mandiri Masuk Perguruan Tinggi Negeri (SMMPTN) Unsika Telah di Buka

Jumat, 03 Juni 2016

Dibalik Satu Dekade Mengabdi Pada Universitas Singaperbangsa Karawang

Dede Surahman (Babeh)
Satpam UNSIKA
Dede Surahman lahir di Karawang 3 Juli 1963. Pria yang biasa akrab dipanggil Babe oleh mahasiswa di Unsika ini memiliki 4 orang anak dan seorang istri. Di usia nya yang menginjak 53 tahun babe sapaan akrabnya kini sudah memiliki 5 orang cucu, 4 cucu  dari anak pertama dan 1 cucu dari anak yang kedua. Pak Dede saat ini bekerja sebagai Satpam di Universitas Singaperbangsa Karawang dan sering terlihat di area gedung Rektorat. Pria berkepala plontos ini merupakan asli penduduk Kabupaten Karawang yang saat ini tinggal di Perum Pepabri Blok A karawang.Karena saat ini hanya tinggal berdua dengan istrinya Pak Dede mengajak salah satu cucunya untuk tinggal bersamanya guna menjadi teman beliau dengan istri di rumah.
Pak Dede sudah memiliki banyak pengalaman, Sebelumnya beliau pernah bekerja di proyek Jalan tol dari (1985-1988) lalu berlanjut di PT Pindo Deli (1988-1990) setelah berhenti dia pun memutuskan kembali lagi bekerja dan masuk ke PT Tekmavo pada tahun 1990-1992 lalu di mutasi ke Bogor dan masih banyak lagi pengalaman Pak Dede sebelum bekerja di Unsika seperti bekerja di PT .Sandang Industri Nusantara lalu di tempatkan di daerah KIC itu semua merupakan sederet pengalaman dari Pak Dede.
Pada tahun 2006 Pak Dede melamar kerja di Unsika sebagai salah satu Keamanan sampai saat ini sudah terhitung 10 tahun Pak Dede mengabdikan diri di Universitas Singaperbangsa. Tak jarang ada mahasiswa yang membuatnya kesal karena selalu melanggar peraturan ketika ingin masuk ke Gedung Rektorat seperti tidak memakai sepatu, merokok dan sebagainya. Meskipun demikian pria yang ramah dan mudah tersenyum ini selalu sabar dan tetap merasa senang dapat bekerja di Unsika karena beliau mengatakan mahasiswa di Unsika sudah dianggapnya seperti anak sendiri, Babe juga mengaku senang dapat mengobrol dengan mahasiswa berbagi ilmu dan membuatnya semakin awet muda karena selalu bertemu dengan jiwa-jiwa muda. Selain itu semenjak bekerja di Unsika beliau sangat bersyukur karena dapat membiayai anak ketiga dan anak bungsunya kuliah di Unsika sampai akhirnya mereka lulus S1 dari Unsika dan salah satunya saat ini sedang menempuh kuliah S2 di Institut Pertanian Bogor. Karena sebelumnya beliau mengungkapkan anaknya tidak dapat melanjutkan kuliah, namun setelah berkerja di Unsika keadaan ekonomi keluarga Pak Dede cukup terbantu.

Harapan Pak Dede dengan bergantinya status Universitas Singaperbangsa Karawang menjadi Negeri maka Kampus ini dapat lebih maju dan lebih baik lagi.

Kamis, 28 April 2016

Rumah Genset Di UNSIKA

Revisi Berita, sebelumnya mohon maaf kepada yang terhormat Pak Diki selaku Biro Umum dan narasumber beserta seluruh jajaran civitas akademika atas kesalahan redaksi kami. dimohonkan kepada seluruh pembaca untuk tidak berpikiran negatif, karena ini merupakan kesalahan redaksi kami.


Rabu, 27 April 2016. Perkembangan Fasilitas di UNSIKA semakin membaik. Hal ini ditandai dengan dibangunnya rumah genset yang berada tepat disamping gedung H Opon Sopandji. Pembangunan rumah genset berfungsi sebagai penyimpan daya listrik jika suatu saat aliran listrik di UNSIKA padam.
“Pembangunan rumah genset mempunyai manfaat seperti terlihat lebih praktis, terhindar dari kepanasan dan kehujanan juga sebagai pemanis nilai estetika di kampus, selain itu ruangan tersebut juga di desain dengan mengutamakan Safety Room agar saat litrik padam dapat dijangkau dengan mudah dan cepat karena tempatnya dekat dengan ruangan listrik”, ujar Pak Diki selaku bagian Biro Umum UNSIKA.
Adapun daya yang dibutuhkan untuk pembagunan rumah genset tersebut sebesar 5000 watt, artinya daya tersebut cukup untuk membantu persediaan listrik di Gedung Rektorat pada saat terjadi pemadaman listrik.

Pembangunan rumah genset merupakan hasil dari upaya pengusulan yang dilakukan oleh Rektor UNSIKA.Pembangunan rumah genset di mulai dari tanggal 18 April 2016 dan rencananya akan terselesaikan dalam kurun waktu 14 hari kerja. Adapun anggaran yang digunakan dalam pembangunan rumah genset berasal dari pemerintah pusat atau menggunakan sistem penunjukan dengan pihak yang telah bekerjasama dengan UNSIKA.

“ Pembangunan rumah genset yang dilakukan saat ini membutuhkan biaya sekitar dibawah 200 juta rupiah dimana pembangunan tersebut berada di bawah tanggung jawab Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) dan panitia khusus yang telah di buat dalam proses pembangunan gedung”, Tutup pak Diki kepada LPM UNSIKA.

Reporter :
Diana, Fadilatun

Editor : Dwiyun Evi Yolanda

Rabu, 13 April 2016

Gedung baru siapa yang pakai?

Peresmian Gedung Baru Fakultas Ekonomi & Bisnis UNSIKA

Karawang, 12 April 2016 pukul 13.00 WIB sedang berlangsung acara peresmian gedung baru di Fakultas Ekonomi dan Bisnis yang diprotokoli oleh Bapak Abdul Yusuf., SE,MM selaku kepala pusat Jurnal Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Singaperbangsa Karawang.

Paduan Suara UNSIKA

Pada pembukaan acara tersebut Tim angklung dari Universitas Singaperbangsa karawang ikut ambil bagian dalam memeriahkan acara peresmian gedung baru di FEB. Acara ini juga di hadiri oleh banyak tamu undangan berupa perwakilan dari berbagai instansi seperti Pemerintah daerah Kab.Karawang, Bank BNI, Bank BTN, Bank Mandiri, Galuh Mas Marketing, Cipta Karya, dan juga DPRD Kab. Karawang.
“Pembangunan Gedung baru yang berlantai dua dengan luas 671,62 m2 ini menghabiskan dana kurang lebih sebesar Rp.2,7 Milyar. Dan sumber dana nya diperoleh dari pemerintah Kab.Karawang sejak UNSIKA masih berstatus swasta, dan maksud dari dibangunnya gedung ini adalah menjadi sarana atau media untuk menghasilkan sarjana yang profesional di masa depan, merealisasikan komitmen tentang peningkatan SDM di Karawang. Hal ini juga merupakan salah satu bentuk kepedulian pemerintah Kab.Karawang terhadap UNSIKA”, tutur Bapak Sonny selaku Dekan Fakultas Ekonomi dan Bisnis.

Penandatangan Oleh Bupati Karawang

Dr. Cellica Nurrachadiana selaku Bupati Kabupaten Karawang juga mengaku antusias menghadiri acara peresmian gedung baru di FEB UNSIKA. Di kutip dari pidatonya sore tadi wanita yang akrab dengan sapaan Teh Celli, menuturkan harapannya agar akademi ini dapat menjadi pelaku-pelaku pembangun ekonomi di Indonesia.
Beliau juga berharap agar mahasiswa FEB UNSIKA dapat menjaga amanah rakyat agar mau merawat dan memfungsionalkan gedung baru ini dengan baik agar kelak menghasilkan sarjana yang kompeten serta FEB dapat menjadi mitra bisnis untuk membangun Kabupaten Karawang guna merealisasikan pengembangan konseptual ekonomi makro.
“Saya juga mengharapkan setelah pembangunan gedung baru FEB ini mahasiswanya aktif berangkat kuliah, dosen nya juga aktif berangkat mengajar serta semua pihak bersinergi untuk saling menguatkan”, ujar Teh Celli sore itu.

Namun pembangunan gedung baru tersebut menuai banyak pertanyaan dari mahasiswa FEB mengenai mengapa gedung baru tersebut tidak di fungsikan menjadi ruang kelas ataupun ruang praktikum untuk mahasiswa mengingat pembayaran UKT yang terhitung mahal.
“Tidak adil rasanya,kami yang bayar UKT cukup mahal mendapatkan fasilitas yang tidak sesuai” komentar salah satu mahasiswa FEB yang tidak ingin disebutkan identitasnya.

Adanya pertanyaan tersebut langsung dibantah oleh dekan FEB melalui LPM UNSIKA. Beliau mengungkapkan bahwa gedung yang ada di Fakultas Ekonomi dan Bisnis yang lama sudah difungsionalkan untuk ruang kelas dan ruang praktikum.
“Gedung lama FEB itu digunakan untuk ruang kelas dan ruang praktikum karena ruang tata usaha,ruang KA Prodi, dan ruang dekan serta wakil dekan saat ini dicampur dengan ruang kelas. Jadi, dengan dibangunnya gedung baru ini dapat mengefisiensi ruang-ruang kelas untuk mahasiswa FEB Universitas Singaperbangsa Karawang”, tutup Pak Sonny kepada LPM UNSIKA selaku Dekan FEB di Universitas Singaperbangsa Karawang.




REPORTER
Diana, Dina

EDITOR : Dwiyun Evi Yolanda

Rabu, 20 Januari 2016

UNSIKA di Karawang Education Fair 2016


Karawang Education Fair adalah serangkaian acara tahunan yang diselenggarakan oleh Ikatan Alumni SMA Negeri 1 Karawang (SMANSAKA) pada tanggal 17 Januari 2016 di area SMAN 1 Karawang dengan harga tiket masuk sebesar 15 ribu rupiah dan dihadiri sekitar 2000 peserta. Acara yang berlangsung mulai pukul 08.00 WIB ini mendapat dukungan dari pihak sekolah yang ditujukan untuk siswa-siswi kelas 12 di Karawang. KEF 2016 ini dilandasi oleh misi kemanusiaan dengan rasa keprihatinan mahasiswa akan minimnya calon mahasiswa Karawang yang akan melanjutkan pendidikan ke jenjang perguruan tinggi dan untuk memperkenalkan dan mensosialisasikan UNSIKA agar semakin dikenal sebagai perguruan tinggi negeri kepada siswa-siswi di Karawang. Acara ini turut diramaikan oleh stand perguruan tinggi negeri dan perguruan tinggi swasta seperti UNPAD, IPB, ITB, UGM, STAN, UNJ, UNSIKA, STIS, UNNES, UNDIP, UI, UPI, UNSOED, UNY, UIN Yogyakarta, UIN Bandung, UIN Jakarta, AKINDO, UNS, Telkom University, Universitas Trisakti Jakarta, President University, AKA Bogor, Universitas Teknologi Yogyakarta, BINUS, Institut Seni Indonesia, Universitas Ahmad Dahlan, Universitas Muhammadiyah Yogyakarta, Universitas Islam Indonesia. Dan pada hari pelaksanaan acara booth UNSIKA cukup ramai dikunjungi tercatat ada sekitar 300 peserta yang mengunjungi booth UNSIKA. Perwakilan UNSIKA dalam acara KEF tersebut terdiri dari Densu, Yessi, Fitri, Vinka, Johan, Rizvia, Mitta, Henna dan ketua perwakilan unsika yaitu Rizki Alfiansyah mereka adalah mahasiswa angkatan 2015 yang ingin turut ambil bagian untuk memperkenalkan UNSIKA lebih dalam lagi ke khalayak ramai. Mereka mensosialisasikan Unsika dengan cara talkshow dan bincang-bincang santai dan menjelaskan fakultas prodi dan apa saja yang ada di kampus merah marun tersebut.
Rizki menjelaskan bahwa ia dan kawan-kawan lainnya ikut ambil bagian dalam acara ini agar Universitas Singaperbangsa Karawang semakin dikenal sebagai PTN yang mampu bersaing dengan PTN lainnya. Apalagi cukup prihatin karena masih banyak siswa yang belum mengetahui bahwa UNSIKA telah menjadi PTN mengingat status Unsika terdahulu adalah perguruan tinggi swasta ujar mahasiswa asli Karawang tersebut.
Dia berharap dengan adanya acara ini semakin banyak siswa-siswi di Karawang maupun di Indonesia untuk melanjutkan cita-citanya di UNSIKA.
Semoga acara ini dapat diselenggarakan setiap tahun agar siswa-siswi di Karawang dapat mengetahui info perguruan tinggi dan mereka dapat menentukan jurusan yang mereka inginkan agar cita-cita yang mereka dambakan bisa tercapai dengan sempurna dan tanpa ada kendala.(IMI)

PRO KONTRA ATAS PERATURAN UJIAN AKHIR SEMESTER


UAS atau Ujian Akhir Semester adalah salah satu agenda yang diselenggaran disetiap akhir setelah 14 kali pertemuan masa perkuliahan. Setiap fakultas yang ada di Universitas Singaperbangsa Karawang selalu melaksanakan agenda ujian dan membuat peraturannya masing-masing. Adapun peraturan yang diberlakukan bagi seluruh fakultas yaitu siapa yang tidak mengambil kartu UAS selama jangka waktu yang telah ditentukan maka tidak akan diperbolehkan untuk mengikuti UAS. Peraturan ini ditujukan agar mahasiswa meningkatkan kedisiplinan pada dirinya sendiri. Namun, peraturan ini nyatanya masih dapat ditolerir apabila mahasiswa tersebut telah melunasi segala admistrasi yang menjadi kewajiban bagi seluruh mahasiswa.
“Mahasiswa yang tidak mengambil kartu UAS dengan tepat waktu tidak diizinkan mengikuti UAS.” ” ujar Rahmat Gustiawan selaku kepala staf tata usaha FISIP kepada LPM UNSIKA.
Namun, dibalik regulasi tersebut muncul berbagai kontra dari berbagai pihak terkait. Karena, menilai regulasi tersebut belum kondusif untuk diberlakukan serta belum adanya dasar aturan yang dibuat pihak rektorat sehingga aturan tersebut menjadi semakin tidak jelas landasan hukumnya.
“Saya tidak mengetahui untuk membuat dasar setuju atau tidaknya mengenai peraturan tersebut. Namun, saya sudah mencari apakah peraturan tersebuat ada termasuk di dalam peraturan akademik yang berlaku di UNSIKA.” Tutur Yayang Suharso menanggapi peraturan yang menjadi pro dan kontra saat ini.
Tetapi, dengan menimbang unsur lain yaitu pembayaran uang semester, apabila telah memenuhi pembayaran maka diperbolehkan mengikuti UAS atas perijinan dari ketua penyelenggara UAS.
“Peraturan yang saat ini sudah lama diterapkan dengan tujuan mahasiswa dapat mengikuti ujian dengan tenang dan tidak akan menyulitkan banyak pihak, karena tugas kami sebagai tata usaha bukan hanya membagikan kartu UAS saja” lanjut Rahmat.
“Mengenai pengumuman informasi yang bersangkutan dengan pengambilan kartu UAS telah dipasang di mading fakultas masing-masing, dan disetiap pintu-pintu kelas. Jadi, jika ada mahasiswa yang mengatakan dia tidak mengetahui mengenai info tersebut berarti ia tidak membaca pengumuman yang telah dibuat.” Tutup Rahmat Gustiawan.
Mahasiswa yang terlambat dalam pengambilan kartu UAS dan tidak diperbolehkan mengikuti UAS diberikan kesempatan untuk mengikuti ujian susulan yang telah ditentukan panitia penyelenggara UAS.
“emang sih,ada yang namanya ujian susulan tapi tetep aja bisa ikut kalau sudah bayar. Solusi satu-satunya buat mahasiswa bisa ikut UAS ya harus bayaran dulu, tetapi peraturan tersebut tidak sesuai dengan apa yang terjadi dalam proses perkuliahan karena saya pernah mengalami ada salah satu MK dari awal sampai UTS tidak ada dosen yang menyampaikan materi perkuliahan tersebut. Peraturan yang diberlakukan untuk mahasiswa yaitu harus tertib mengenai administrasi dan keuangan, oleh sebab itu lembaga juga harus bisa memberikan sarana dan prasarana yang sudah menjadi hak mahasiswa yang telah melaksanakan kewajibannya,” tutur Yayang Suharso saat mengutarakan pendapatnya.
“Mengenai peraturan tersebut kita juga kurang paham, karena kita sendiri selaku mahasiswa yang aktif dalam lingkungan organisasi tidak mengetahui apakah peraturan tersebut memang ada di dalam peraturan Akademik di UNSIKA karena dari pihak BEMU maupun dari direktorat tidak ada yang memberikan sosialisasi, ” jelas Agil As’ari.
Adanya pemberlakuan regulasi tersebut justru semakin memicu berbagai polemik di kalangan mahasiswa.
“Saya sering mendengar keluhan mahasiswa mengenai dosen yang sering mengganti jadwal perkuliahan. Padahal, jadwal perkuliahan sudah ditentukan sejak awal,ada juga dosen yang menggandakan absensi hanya dalam satu kali pertemuan karena dalam pertemuan sebelumnya dosen tersebut tidak masuk, banyak juga dosen yang mempercepat selesainya pertemuan perkuliahan yang akhirnya terkesan buru-buru padahal masih ada pertemuan yang tersisa dan dapat menggantikan materi yang belum selesai sebelum UTS maupun UAS dilaksanakan, bahkan faktanya jika dosen tidak masuk kelas bisa diadakannya pergantian jam perkuliahan namun, jika mahasiswa tidak masuk kuliah absen tetap kosong,” tutup Yayang mengakhiri perbincangannya sore itu.(DM,DH,DE)

Selasa, 19 Januari 2016

Seleksi Atlet POM FAI




(18-01-2016), Fakultas Agama Islam (FAI) UNSIKA kembali mengadakan kegiatan untuk menyeleksi mahasiswa FAI untuk ikut serta di acara POSMA (pekan olahraga mahasiswa unsika). Kegiatan ini sudah fakum hampir lima tahun tetapi Saefudin selaku ketua pelaksana mengatakan, bahwa ia ingin mengaktifkan kembali kegiatan ini.
Cabang olahraga yang di pertandingkan dalam kegiatan ini ada 5 cabang diantaranya: Voli, basket, futsal, tenis meja, dan catur. Acara ini di mulai dari tanggal 17 januari 2016 sampai dengan selesai. Peserta yang mengikuti kegiatan ini di ambil dari perwakilan setiap kelas dan ada registrasi ulang.
Tujuan diadakan nya kegiatan ini selain untuk menyeleksi mahasiswa FAI untuk ikut ke POSMA juga untuk mengeratkan tali silturahmi antar mahasiswa FAI dan untuk meningkatkan jiwa olahraga mereka, seperti yang kita ketahui mereka hanya bergelut di bidang rohani. Kali ini mereka tidak hanya ingin aktif di bidang rohani saja tetapi juga ingin aktif di bidang olahraga.
Kendala dari kegiatan ini terletak dalam hal dana. Karena setiap kegiatan, dana menjadi salah satu pokok yang harus ada untuk terselenggarakannya kegiatan. “semoga seleksi ini melahirkan atlet – atlet yang berbakat dari Fakultas Agama Islam” tutupnya. (H)

Sabtu, 02 Januari 2016

MASYARAKAT EKONOMI ASIA 2015 TEMAN ATAU LAWAN?



“Satu Visi – Satu Identitas – Satu Komunitas”   itulah yang menjadi visi dan komitmen bersama yang hendak diwujudkan oleh negara ASEAN pada tahun 2020.
ASEAN Community 2015 atau biasa kita sebut dengan Masyarakat Ekonomi Asia 2015 adalah tempat dimana sepuluh negara ASEAN bersatu untuk membangun kehidupan yang lebih baik bagi semua orang terkhusus masyarakat ASEAN. 
Sebenarnya ASEAN Community baru akan terbentuk tahun 2020 tapi dari hasil KTT ke-12 ASEAN, disepakati pembentukan Komunitas ASEAN dari tahun 2020 dipercepat menjadi tahun 2015. Dasar terbentuknya ASEAN Community 2015 ini ditopang oleh tiga pilar utama, yaitu Komunitas Politik dan Keamanan ASEAN, Komunitas Ekonomi ASEAN, Komunitas Sosial dan Budaya ASEAN.
Disetiap pilar yang ada, pastinya mempunyai tujuannya masing-masing.
 Tujuan dibuatnya Ekonomi ASEAN 2015 yaitu meningkatkan stabilitas perekonomian dikawasan ASEAN, dengan dibentuknya kawasan ekonomi ASEAN 2015 ini diharapkan mampu mengatasi masalah-masalah dibidang ekonomi antar negara ASEAN, dan bagi Indonesia sendiri diharapkan agar tidak terjadinya krisis lagi.
Ada beberapa faktor yang mempengaruhi pertumbuhan ekonomi yaitu faktor sumber daya manusia, faktor sumber daya alam, faktor ilmu pengetahuan dan teknologi, faktor budaya dan faktor daya modal. Lalu kita dapat melihat bagaimana kelima faktor tersebut sudah secara maksimal dikelola, faktanya ada beberapa negara di kawasan Asia Tenggara yang masih kurang dalam pengelolaan beberapa faktor tersebut walaupun ada beberapa negara lainnya sudah mampu dalam pengelolaannya.
 Jika melihat kelima faktor tersebut, masih ada beberapa faktor yang belum dapat dimaksimalkan di Indonesia. Untuk itu Indonesia dan sembilan negara lainnya membentuk ASEAN Community 2015 atau Komunitas ASEAN 2015 dengan tujuan yang baik.
Namun,jika melihat dari berbagai aspek kesiapan dari Negara kita apakah MEA akan menjadi teman bagi Indonesia atau sebaliknya?
Inilah yang menjadi pertanyaan kita bersama, mampukah bangsa ini ikut bersaing dalam mengahadapi Masyarakat Ekonomi Asia 2015 yang sebentar lagi akan dimulai.
Sebagai warga negara Indonesia, dimana Indonesia merupakan salah satu negara yang menjadi anggota dari Komunitas Ekonomi ASEAN 2015 kita seharusnya memiliki pemahaman dan mengerti mengenai segala hal yang menjadi tujuan dari dibentuknya Komunitas Ekonomi ASEAN 2015 sehingga kita mempunyai pandangan dan penilaian terhadap Komunitas Ekonomi ASEAN 2015 serta kita dapat mengetahui hal-hal yang perlu dipersiapkan untuk menyambut Masyarakat Ekonomi ASEAN (MEA) 2015 yang sebentar lagi akan diresmikan akhir desember ataupun awal Januari 2016. 
MEA 2015 bukan hanya tempat berkumpulnya semua negara ASEAN tapi bisa saja menjadi ajang pertandingan ekonomi antar Negara di Asia Tenggara.

 Kita kembali lagi melihat kesiapan bangsa ini dalam menghadapi MEA 2015 mungkin banyak penilaian bahwa Indonesia belum siap. Tapi terlepas dari kesiapan Indonesia yang sebenarnya mempunyai banyak potensi dan juga modal yang kuat karena Negara kita memiliki wilayah yang sangat luas dibanding dengan Negara lainnya serta didukung oleh sumber daya alam yang melimpah, apabila dapat dikelola dengan baik bukan hal yang mustahil Indonesia menjadi pemenang di pertandingan perdagangan bebas ini. 
Walaupun MEA 2015 dipandang sebagai sebuah peluang positif bagi perkembangan ekonomi nasional, namun banyak tantangan dan hambatan yang terus menghantui Indonesia dari waktu ke waktu yang semestinya dapat segera teratasi. Hambatan dan tantangan yang perlu dibenahi pemerintah kita adalah mengenai infrastruktur, birokrasi, kualitas sumber daya manusia yang kita ketahui masih sangat minim karena kurang meratanya pendidikan di Negara kita  dan masalah perburuhan yang masih belum sejahtera,kebijakan nasional dan daerah yang masih kurang terarah, daya saing pengusaha nasional, korupsi yang terus bertumbuh, dan pungutan pajak liar yang mengakibatkan harga-harga barang menjadi tinggi di pasaran.
Contoh yang terjadi nanti ketika memasuki era MEA 2015 semua tenaga kerja dapat mencari pekerjaan di kawasan ASEAN dengan beberapa profesi yang telah disepakati untuk bebas bekerja di negara-negara ASEAN seperti perawat, arsitek, dokter,dokter gigi,pemandu wisata, akuntan, dan lain-lain, dengan segala kemudahan yang dapat diperoleh. Namun masalahnya apabila sumber daya manusia di Indonesia tidak mampu bersaing mendapatkan pekerjaan tersebut, bisa kita bayangkan berapa persen untuk persentase pengangguran pasti akan meningkat karena hanya sebagian kecil masyarakat kita yang mampu bersaing dengan kesembilan Negara lainnya yang mempunyai SDM lebih tinggi, akankah Indonesia akan menang jika hanya mengandalkan wilayah yang luas dan keberagaman budaya bangsa ini?
tentu tidak jika tidak di dukung dengan sumberdaya manusia yang lebih baik lagi.

Meskipun demikian, kita tidak boleh pesimis dalam menghadapi MEA yang akan diumumkan dalam hitungan beberapa hari kedepan, kita tidak boleh hanya tinggal diam dalam menghadapi hal ini.
masyarakat Indonesia harus bangkit dari rasa pesimis dalam menghadapi MEA 2015 agar kita bangsa Indonesia bukan hanya menjadi penoton tapi kita juga mampu menjadi penggerak dan pelaku dalam upaya memperbaiki ekonomi nasionaldengan cara belajar dan menghilangkan buta huruf jilid II yaitu minimnya pengetahuan akan teknologi serta kurangnya pembelajaran akan bahasa asing terutama bahasa inggris yang akan menjadi satu-satunya alat komunikasi kita nantinya dalam mengahadapi MEA.
kita harus bersatu dan membantu pemerintah dalam mewujudkan impian untuk mensejahterakan bangsa Indonesia dan bangkit dari krisis Ekonomi. (DEY)