Tampilkan postingan dengan label Karya Mahasiswa. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Karya Mahasiswa. Tampilkan semua postingan

Minggu, 19 April 2020

Amunisi Literasi Indonesia Kocar-kacir

KARAWANG  ---  Tahun 2018, PISA (Programme for International Student Asessment) melakukan penelitian pada siswa SMP terkait minat literasi pada disuatu negara. Fakta mengejutkan muncul. Finlandia sebagai negara yang digadang-gadang mempunyai sistem pendidikan terbaik di dunia hanya menempati posisi 7 besar dengan skor 520. Cina berhasil menjadi garda pertama dengan melampaui skor yang telah ditetapkan oleh PISA. Dengan skor 555 Cina mampu melampaui USA dan Jepang. Data ini menjadi luka yang terus menerus membengkak bagi Indonesia jika tidak ada upaya untuk mengobati.  
            Mirisnya, skor Indonesia dalam rentang waktu 2000-2018 tidak menunjukan peningkatan yang signifikan. Survei terbaru menunjukan Indonesia diperingkat 72 dengan jumlah negara peserta 79. Nusantara masuk rangking 10 terbawah dengan skor 371. Minimnya melek literasi membuat PISA memberi simpulan bahwa siswa di Indonesia belum mampu diajak berpikir kritis dan analisis sebagai tuntutan perkembangan peradaban.
            Banyak faktor yang ada ketika luka ini terus membengkak salah satunya minimnya fasilitas penunjang kebutuhan literasi. Dalam hal ini, semua pihak harus terllibat. Mulai dari instansi terkait, komunitas penggiat literasi, dan lingkungan masyarakat sekitar agar tercipta kenyamanan dalam mengobati keterpurukaan ini. Pemerintah atau instansi terkait wajib mengoptimalkan perpustakaan yang ada. Salah satunya dapat memanfaatkan perkembangan teknologi yang ada yaitu dengan membuat e-perpustakaan. Hal ini efektif karena masyarakat sudah akrab dengan teknologi khususnya generasi milenial. Selain itu pemerintah juga harus memperbaiki prasarana yang ada. Dengan menambah dan memperbarui buku-buku bacaan di perpustakaan atau tempat penunjang lainnya. Sebagaian masyarakat enggan ke perpustakaan karena dianggap tidak menarik, masalah ini menjadi kekuatan agar dapat lebih baik lagi.
            Peran lain yang dapat dilakukan yaitu dengan menerapkan kegiatan wajib membaca di sekolah sebelum mata pelajaran dimulai. Kebijakan ini sudah mulai diterapkan tetapi dalam pelaksanaannya kurang efektif. Guru sebagai orang tua siswa di sekolah harus mempunyai kesadaran lebih. Dengan menggiring siswa agar minat kepada literasi. Minimal 15 menit sehari dengan agenda rutin, dapat membantu siswa agar menyukai kegiatan literasi dan hal tersebut akan  berdampak pada daya kritis anak.
            Diri sendiri sebagai alat pengontrol diri mempunyai andil yang sangat penting. Jika kedua langkah di atas sudah dilakukan tetapi dalam diri setiap individu belum ada kesadaran akan menjadi hal yang sia-sia. Indonesia tidak bisa menjadi maju jika setiap individu hanya bermimpi mengubah dunia tapi tidak pernah mengubah diri sendiri. Seperti sajak antonim yang penah ada. Berbunyi : ketika masih muda dan bebas berimajinasi. Saya bermimpi mengubah dunia. Seiring dengan bertambah usia saya mendapati dunia tidak berubah. Saya pun menyederhanakan keinginan saya dan memutuskan mengubah negeriku saja, tapi tampaknya tak ada yang berubah pada negeri. Usia pun kian senja, usaha terakhir saya adalah mengubah keluarga, orang terdekat, tapi lagi-lagi mereka tetap sama, tidak ada yang berubah. Dan sekarang saya menyadari bahwa yang seharusnya yang pertama kali saya lakukan adalah mengubah diri sendiri. Jika semua aspek tercapai dan saling bersinergi, bukan tidak mungkin Indonesia masuk 10 besar dalam peringkat dalam rentang waktu 10 tahun kedepan. Amunisi literasi Indonesia tidak akan kocar-kacir dan dapat menyembuhkan luka yang ada.

Penulis: Laura Magvira

Rabu, 11 Maret 2020

Resensi Film Imperfect (Karir, Cinta, dan Timbangan)

Judul: Imperfect: Karir, Cinta, dan Timbangan
Produser: Chand Parwez Servia dan Fiaz Servia
Sutadara: Ernest Prakasa
Skenario: Ernest Prakasa dan Meira Anastasia
Durasi Film: 113 menit
Perusahaan Film: Starvision
Tanggal Rilis: 19 Desember 2019
Pemeran Film: Jessica Milla, Reza Rahadian, Yasmin Napper, Karina Suwandi, Dion Wiyoko, Kiki Narendra, Shareefa Daanish, Dewi Irawan, Ernest Prakasa, Clara Bernadeth, Boy William


Film Imperfect adalah salah satu film yang kembali disutradai oleh komika sekaligus artis yaitu Ernest Prakasa, mengambil genre romantis dan komedi dengan pemeran utama yang diperankan oleh Jessica Milla dan Reza Rahardian.
Film yang dirilis dan ditayangkan di seluruh bioskop tanah air pada bulan Desember 2019 ini berdurasi selama 113 menit. Film ini diadaptasi dari buku best seller karya Meira Anastasia yang bercerita tentang kisah cinta gadis remaja yang merasa resah dengan keadaan fisiknya.
Film ini mengangkat isu yang dialami oleh kebanyakan gadis-gadis remaja yang menjadi korban body shamming dan hidup di lingkungan yang memandang kecantikan dengan standar yang ditampilkan di media. Menceritakan seorang wanita bernama Rara (Jessica Milla) yang bekerja pada perusahaan kecantikan. Memiliki otak yang cemerlang ternyata belum bisa membuat Rara diterima di lingkungan kerjanya.
Walaupun lingkungan Rara menyudutkannya atas keadaan fisiknya, tapi tidak dengan Dika (Reza Rahardian) yang memandang Rara bukan hanya sekedar dari fisiknya dan selalu mendukung apapun yang Rara lakukan. Namun, dukungan dari Dika ternyata belum cukup untuk Rara menerima dirinya dan lantas mengubah dirinya.
Namun, pada akhirnya setelah melalui lika-liku Rara berhasil menyadarkan lingkungan sekitarnya bahwa tolak ukur seseorang bukan hanya dari paras, namun dari hati yang paling utama, yaitu dengan mengubah insecure menjadi bersyucure.
Menurut saya, film-film seperti ini adalah film yang sangat bagus untuk ditayangkan di layar lebar tanah air. Banyak sekali para wanita terutama pada remaja (gadis remaja) yang banyak mengubah fisiknya demi memenuhi tuntutan lingkungan dengan tujuan agar bisa dihargai oleh lingkungan sekitarnya.
Kelebihan dari film ini adalah mampu membawa para penonton untuk membawa pesan-pesan di dalam film ini diterima oleh para penonton dengan enjoy, dimana film ini mengangkat isu yang cukup sensitif namun amat sangat berhasil diterima oleh masyarakat tanah air den dengan jokes yang ringan namun membawa riang.
Kekurangan dari film ini menurut saya sangat minor dan sama sekali tidak mengurangi pesan-pesan dan keunikan film ini.


Penulis: Annisa Syifa Salsabila

Rabu, 23 Oktober 2019

Dari Becak Aku dan Keluargaku Hidup

Jumad, laki-laki tua berusia (77) tahun, kelahiran Karawang 1942 bertempat tinggal di Dusun III Kaumjaya Karawang bersama istri dan seorang anak perempuan berusia (20) tahun. Sehari- hari Jumad bekerja sebagai tukang becak untuk menghidupi keluarganya. Selain menarik becak, Jumad pun terkadang mencari botol-botol plastik bekas untuk dikumpulkan lalu kemudian dijual ke pengepul barang rongsok.

Meski hanya seorang tukang becak, Jumad memiliki keinginan untuk bisa memberikan pendidikan setinggi-tingginya untuk anaknya. Dengan kerja kerasnya ia pun berhasil menyekolahkan anaknya hingga ke Perguruan Tinggi. Namun karena kekurangan biaya, penghasilannya dari narik becak ternyata tidak mampu mencukupi kebutuhan kuliah dan rumah tangganya hingga akhirnya dengan terpaksa putrinya harus berhenti dari perkuliahan.

Dulu sebelum menikah, Jumad sempat bekerja di Jakarta sebagai tukang bersih-bersih lalu ia pindah lagi ke karawang dan bekerja serabutan. Kadang ia berjualan kerupuk di angkutan umum, atau berjualan kacang dan umbi-umbian rebus di sekolah-sekolah dan terkadang bekerja berjualan membantu kakaknya. Selain itu, ia pun pernah bekerja sebagai penjual koran, penjual kayu bakar, sebelum akhirnya bekerja sebagai tukang becak hingga saat ini.



Sejak tahun 1970-an Jumad mulai memutuskan untuk bekerja sebagai tukang becak. Bermodalkan uang tiga ribu saat itu untuk menyewa becak karena belum mampu untuk membeli sendiri. Kurang lebih selama 35 tahun ia bekerja menggunakan becak sewaan. Namun karena banyak juga orang yang nyewa seperti dirinya, terkadang Jumad tidak kebagian dan membuatnya tidak bisa bekerja.

Sekitar tahun 2005 Jumad mendapatkan sumbangan dari program pemerintah saat itu, dan cukup lumayan untuk membeli becak, sehingga ia bisa bekerja setiap hari tanpa harus berebut dengan tukang becak yang lain. Jumad biasa mangkal di dekat toko-toko, pasar, dekat gedung-gedung bioskop, atau dekat sekolah. Saat ini, ia biasa mangkal di depan Kampus Universitas Singaperbangsa Karawang.

Setiap hari ia mulai mangkal dari pukul enam pagi sampai jam dua belas siang. Menurutnya, saat ini jarang sekali ada orang yang mau menggunakan jasa becak, meskipun ia mangkal dekat kampus dan sekolah. Namun semenjak adanya ojek online, mahasiswa maupun anak sekolah lebih sering menggunakan jasa ojek online dibanding menggunakan becak. Kalau pun ada biasanya hanya mengangkut barang ketika ada mahasiswa yang pindahan kontrakan atau ngangkut belanjaan dari toko-toko ke perumahan- perumahan.

Penghasilannya setiap hari tidak menentu, kadang ia membawa pulang Rp20.000 sampai Rp30.000 biasanya akan lebih besar jika ada yang pindahan, ia bisa mendapat uang sekitar RP50.000 sampai RP200.000 tergantung banyak sedikitnya barang yang diangkut, bahkan sering ia tidak mendapat penumpang sama sekali sehingga terpaksa ia harus pulang dengan tangan kosong. Namun bagi Jumad, diusianya yang kini semakin tua menarik becak bukan lagi hanya untuk sekadar pekerjaan. Tetapi baginya menarik becak merupakan salah satu bentuk ia menikmati hidup.

Penulis: Suherni

Senin, 19 Desember 2016

REVIEW BUKU MISTERI DNA KARYA KAZUO MURAKAMI


“ Gen dalam tubuh manusia dapat dinyalakan atau dipadamkan seperti sakelar ON-OFF pada tombol lampu. Manusia ternyata dapat menyalakan gen yang baik, dan memadamkan gen yang buruk sesuai kebutuhnanya“
Lantas bagaimanakah caranya?

Jika mendengar istilah “Gen” atau “DNA” yang terlintas dalam pikiran kita adalah mengenai “faktor keturunan”. Faktor keturunan adalah “sifat-sifat yang diturunkan dari orang tua kepada anak”. Mulai dari karakter fisik seperti bermata besar, bertumbuh tinggi, sampai karakter kepribadian seperti pemberani atau penyendiri. Meskipun tidak sama persis akan tetapi karakter gen yang dimiliki kedua orang tua diturunkan pada anak. Gen dipahami sebagai medium yang mengantarkan faktor keturunan tersebut.

Cara memahami gen seperti itu tidak keliru, tetapi hanya menjabarkan sebagian dari fungsi gen. Gen berkaitan dengan segala aktivitas kehidupan seperti bernapas, makan, hingga buang air, dan menjalani hidup sambil berpikir atau bergembira. Kinerja gen juga vital saat manusia memutuskan sesuatu dalam hatinya.

Gen adalah bagian yang disebut inti sel terdapat dalam materi bernama DNA ( deoxyrribonucleic acid ), dan materi inilah yang kita sebut gen. DNA terdiri atas dua buah pita yang berbentuk spiral, dan di atas pita ini tertulis informasi yang dilambangkan dengan empat abjad simbol kimia. Informasi ini adalah informasi genetik dan informasi dasar gen dalam satu sel manusia terdiri atas tiga miliar abjad simbol kimia. Untuk lebih jelasnya bagaimana gambar gen dan DNA terdapat pada gambar berikut :




Jika kita sudah memahami apa itu perbedaan pengertian dari gen dan DNA maka akan lebih mudah untuk memahami resensi buku dalam artikel ini , buku ini ( Misteri Gen) ditulis oleh profesor KAZUO MURAKAMI . Beliau adalah penulis sekaligus penemu yang berhasil memecahkan masalah mengenai zat renin dalam tubuh manusia. Untuk bisa menemukan zat renin dan sukses sampai sekarang tidaklah semudah yang dibayangkan beliau harus menempuh beberapa pengalaman dan perjalanan hidup yang membuat beliau berhasil sampai sekarang .


Beliau lahir tahun 1936 . tahun 1963 berhasil menyelesaikan program doktor di jurusan kimia pertanian, dan sekolah pascasarjana pertanian, universitas Kyoto. Pada tahun yang sama menjadi staf peneliti di oregon health and science university, Amerika Serikat. Tahun 1968 menjadi asisten profesor fakultas pertanian universitas di Kyoto. Tahun 1976 menjadi profesor madya fakultas kedokteran, universitas Vanderbilt. Selanjutnya di Tahun 1978 menjadi profesor institut biokimia terapan, universitas Tsukuba dan mulai menekuni penelitian gen. Tahun 1983 berhasil menguraikan kode genetik renin manusia yang mendalangi tekanan darah tinggi dan menyedot perhatian sebagai prestasi tingkat dunia

Pada awalnya Kazuo Murakami hanya-lah mahasiswa biasa yang duduk di fakultas pertanian pada tahun 1963. Tidak ada yang istimewa dari beliau, akan tetapi hanya satu yang dia hobi-kan yaitu meneliti. Impiannya adalah menjadi yaitu menjadi seorang peneliti. Jatuh bangun-pun dia alami salah satu masalah yang paling hebat adalah pada saat ia harus bersaing dengan ilmuwan dari Jerman yang telah memulai penelitian mengenai zat renin. Ilmuwan dari Jerman tersebut sudah memulai penelitiannya lebih cepat dan hampir mencapai sempurna. Sementara beliau baru mau memulai jika diibaratkan seperti kelinci dan kura-kura dia adalah kura2nya dan beliau-pun pesimis dalam melakukan pekerjaannya tersebut. Banyak sekali para peneliti yang menyerah dalam meneliti zat renin bahkan ada semboyan yang mengatakan bahwa jangan sekali-sekali meneliti renin. Karena di dalam tubuh renin itu sangat sedikit bahkan untuk bisa diambil saja susah sekali. Tetapi tidak dengan seorang Kazuo ia-pun mulai secara perlahan melakukan penelitian tersebut.

Penelitian ini dilakukan Kazuo dengan cara mengambil kelenjar kecil di dalam otak sapi. Untuk membuktikan bahwa terdapat zat renin selain di dalam lambung. Sapi yang dipakai untuk penelitian bukan hanya satu tetapi 35.000 ekor sapi. Mencengangkan bukan ? beginilah kenyataannya. kazuo harus mengambil renin di dalam 35.000 kelenjar otak sapi. Walaupun ia adalah seorang Dosen di fakultasnya akan tetapi untuk mendapatkan 35.000 ekor sapi tidaklah mudah. ia harus jauh-jauh datang ke tempat pusat daging  di Tokyo dari Tsukuba. Belum lagi ia harus mendapatkan penolakan dari petugas di sana dan ia sampai melakukan Pemohon berkali-kali sambil menundukkan kepalanya kepada petugas di sana yang akhirnya petugas di sana luluh juga. Beliau berpikir bahwa ini adalah saatnya untuk menjatuhkan ego dan wibawa sendiri saat ingin melakukan penelitian.

Sudah mendapatkan supply pengiriman otak sapi , penelitian-pun dimula. Tidak mudah mengambil kelenjar bawah otak sapi ini karena sangat bisa terjadinya kesalahan yang terjadi dalam penelitian ini. Apa lagi mereka harus bertarung dengan peneliti di Jerman. Akhirnya salah satu inisiatif-pun keluar dari beliau untuk mempercepat pekerjaan dengan menyarankan bangun 2 jam lebih awal dari biasanya. Yaitu sekitar jam 4 pagi , beliau mendapatkan inisiatif ini dari kedua orang tuanya yang selalu memberikan motivasi kepada dirinya. Yaitu bangunlah pagi mengapa? Karena dengan bangun pagi kita bisa lebih memiliki waktu yang relatif lebih lama dibandingkan dengan bangun siang. Dari insiatifnya tersebut akhirnya tercapailah mendapatkan satu buah zat renin yaitu sekitar 0.5 mg renin dalam waktu 1,5 tahun .

Penemuan ini diumumkan pada pertemuan ilmiah masyarakat hipertensi internasional di Jerman barat . Mereka mengumumkan hasil tersebut , dan degan demikian menyudahi perdebatan adakah zat renin di dalam otak. Artikel2 ilmiah keluar di jepang mereka sukses menjadi orang jepang yang berhasil memecahkan masalah mengenai renin ini. Sebelum meraih kesuksesan ini, ada banyak kendala yang terjadi pada penelitian beliau yaitu masalah dana, di Jepang seorang peneliti hanya dibiayai sebesar 3 juta yen per-tahun ironis? Memang. Bukan hanya itu saja bahkan mereka harus mengeluarkan uang dari dompet mereka sendiri dan juga mereka harus meminta pertolongan ke sana kemari walaupun sulit akan tetapi berjalan mulus ada satu perusahaan yang menolong tim bapak Kazuo, ia memberikan uang kepada beliau dan bersedia membiayai penelitian mereka.

Tapi beliau bersih kukuh selain nasib yang mengantarkannya kepada pertemuan dengan seseorang tersebut akan tetapi aura yang ada di dalam dirinya yaitu gen. Gennya yang mengantarkannya kepada pertemuan tersebut dan mentransfer apa yang ia inginkan kepada orang tersebut. Sehingga orang tersebut mengetahui apa keinginannya, ajaib bukan? Memang sangat ajaib. Ada lagi cerita mengenai bagaimana beliau yang dulunya semasa sekolah menengah atas tidak bisa mengikuti darmawisata. Dikarenakan orang tuanya tidak memiliki uang. Kedua orang tuanya hanya berkata “ kami memang tidak bisa membiayai kamu untuk pergi tetapi kita akan menabung di atas langit “ beliau masih berpikir apa itu tabungan di atas langit. Perkataan kedua orang tuanya masih terpikirkan hingga dia dewasa sampai sekarang dan ternyata saat dia sudah sukses seperti sekarang mulai terjawab satu persatu apa itu makna dari tabungan di atas langit. Yaitu kesusahan yang kita alami sekarang adalah salah tabungan kita untuk masa depan yang lebih cerah.

Di atas adalah jalan hidup singkat beliau yang mungkin sedikit memilukan, sekarang kita kembali lagi ke masalah DNA. Di dalam kode genetik manusia lebih tepatnya terdapat pada DNA tertulis pita informasi yang sangat halus dan lebar sekitar 1/500.000 milimeter. Sebanding dengan kawat 1 milimeter yang ditipiskan menjadi 1/100 kali dan jika ditiup kawat itu langsung putus. Akan tetapi kawat yang dipotong tersebut masih 5.000 kali lebih tebal daripada pita informasi yang merekam kode genetik manusia. Begitulah bentuk gen. Di dalam gen satu sel manusia terdiri dari 3 miliar abjad simbol kimia .

Sangat sulit membayangkan jumlahnya jika dibukukan mungkin diperlukan 1.000 jilid buku setebal 1.000 halaman untuk mencatatnya. Artinya aktivitas di dalam tubuh manusia tersusun dalam sel. Dalam setiap inti sel tersimpan 3 miliar informasi dan yang mengejutkan lagi adalah bahwa bagian sel mana-pun pasti menyimpan 3 miliar informasi tersebut. Sekarang pertanyaan adalah mengapa sel hati hanya menjalankan fungsi menjadi sel hati begitu juga dengan sel-sel yang lainnya.

Apakah mungkin jika sel hati bosan bekerja di dalam organ dalam dan ingin bertukaran dengan sel kuku yang menjadi bagian dari sel organ luar. Begitu juga dengan sel kuku, karena dia bosan bekerja di organ luar ia ingin bekerja di organ dalam. Jika kita gunakan penalaran kita itu mungkin bisa terjadi. Tapi kenyataannya hal itu tidak bisa terjadi mana mungkin di dalam hati tumbuh kuku dan di kuku tumbuh jantung, begitu perumpamaan-nya. Dari seluruh informasi genetik ini, contohnya yang ada pada kuku dan hati , fungsi gen selain menjadi kuku dan juga fungsi hati menjadi hati di kunci sehingga tidak bekerja pada sel lain. Begitu juga dengan cara kerja sel lainnya.

Ini disebut sebagai fungsi on/off pada DNA. DNA dalam sebuah sel memiliki bagian yang terjaga dan bagian yang tertidur sehingga bagian tertidur tersebut tidak berfungsi. Lalu apakah bagian yang tertidur itu tidur selamanya? Tentu tidak. Apakah bagian dari DNA yang terjaga dan berfungsi dan bekerja terus sampai mati? Jawabannya juga tidak. Fungsi DNA ini diibaratkan seperti tombol lampu, hal ini baru diketahui belakangan ini. Misalnya, pemuda yang rambutnya sudah beruban, itu disebabkan fungsi DNA untuk menghitamkan rambut tidak bekerja dengan baik atau padam karena sesuatu hal. Sedangkan lansia yang kulitnya kencang, berarti DNA pada sel kulit yang seharusnya tertidur masih bekerja dengan giat menyala.

Diperkirakan dari seluruh informasi genetik, hanya 5-10% yang betul-betul bekerja. Jika benar, mudah saja membayangkan bahwa kemampuan tersembunyi yang dimiliki seorang manusia tidak terhingga besarnya. Artinya kita akan mengupayakan agar DNA yang menguntungkan bagi kita terus terjaga dan bekerja. Sebaliknya DNA yang merugikan kita di buat tetap tertidur. Misalnya DNA penyebab kanker, semua orang memiliki informasi genetik ini. Kita tentu ingin DNA ini terus tertidur. Andaikan sampai terjaga, Kita ingin DNA ini tertidur sekali lagi. Agar kita bisa menjalani kehidupan yang lebih baik, kita perlu mengendalikan DNA yang baik menjadi aktif, sedangkan DNA yang buruk menjadi tertidur. Apakah itu bisa terjadi? Tentu yaitu dengan beberapa salah satunya dengan cara mengubah lingkungan. DNA baik yang tadinya tertidur menjadi terjaga.

Saat Kazuo pergi melanjutkan studi ke Amerika lingkungan di sana sangat cocok dengannya dan menjadikan dia bisa bertugas dengan penuh semangat. Semuanya itu menunjukkan bahwa perubahan lingkungan berhubungan dengan ON dan OFF-nya DNA. Pertemuan dan pergaulan degan orang lain, sentuhan dengan benda , pengalaman atas suatu kejadian. Semua ini dianggap sebagai lingkungan luar dalam arti luas. Lantas bagaimanakah cara menyalakan DNA yang baik tersebut? .

Perubahan lingkungan mengantarkan kinerja DNA ke arah yang menguntungkan. Beliau rasa hal ini sedikit banyak sudah bisa dipahami. Ada satu faktor penting selain lingkungan yaitu mengenai kasus orang yang divonis kanker stadium akhir ternyata kekebalan tubuhnya meningkat setelah ia berusaha menaklukkan puncak Mont blanc. Ada lagi contoh pasien kanker yang diperdengarkan lawakan agar banyak tertawa , ternyata ketika diukur kekebalan tubuhnya naik. Dengan begitu bisa dikatakan, tidak salah lagi jika pasien berada dalam keadaan jiwa yang baik, penyakitnya cenderung mengarah kepada kesembuhan.

Stres yang biasanya dinilai buruk, tidak selalu berdampak negatif. Kesedihan mendalam yang dialami seseorang bisa membuat DNA baik yang tertidur menjadi terjaga. Setelah mencapai tingkat tertentu, ada kalanya melakukan olahraga berat atau menempa fisik di bawah air terjun saat musim dingin yang membuat DNA bekerja ke arah yang lebih baik. Contohnya juga saat wanita jatuh cinta, kulitnya menjadi bagus penyebabnya adalah perasaan gembira dan bergairah membuat tubuh mengeluarkan hormon yang mempercantik kulit. Sedangkan mengenai masalah kemampuan belajar dan bekerja bisa dijelaskan sebagai berikut. Di dunia ada orang berbakat dan orang biasa , tetapi dalam bidang kemampuan apa-pun , sebenarnya tidak ada perbedaan besar pada DNA yang dimiliki individu. Namun kenyataannya muncul perbedaan tingkat kemampuan perbedaan. Kemampuan ini  bertalian dengan ON/OFF-nya DNA.

Dari contoh di atas kita bisa menarik kesimpulan bagaimana cara untuk mengaktifkan DNA yang baik, Dengan cara melakukan hal-hal berikut :


  • Mengubah lingkungan

Apa yang anda ketahui mengenai mengubah lingkungan? Yang dimaksud mengenai mengubah lingkungan di sini adalah mencari lingkungan yang baru untuk kita tempati dan yang menurut kita adalah lingkungan yang baik. Sehingga bisa membuat kita menjadi lebih nyaman dan lebih semangat dalam menjalankan sesuatu. Seperti bagaimana sang profesor Kazuo murakami berhijrah ke amerika untuk melanjutkan studinya dan yang dia rasakan adalah rasa semangat karena lingkungannya seperti yang dia inginkan.

  • Menghargai pertemuan dengan orang dan kesempatan

Di dalam buku di jelaskan bagaimana profesor Kazuo bertemu dengan banyak orang yang berbeda watak. Akan tetapi satu kunci yang dilakukan oleh bapak ini yang bisa kita jadikan contoh adalah ia selalu menghargai pertemuan dengan orang lain seperti bertingkah sopan, bertukar informasi dan lain sebagainya. Sehingga membuat ia tidak pernah melewatkan momen bersama orang tersebut dan juga ia tidak pernah menyia-nyiakan kesempatan yang sedang ada di depan matanya.


  • Berpikir optimis dan gembira dalam keadaan apa-pun

Mungkin terdengar terlalu susah jika kita harus gembira dan optimis dalam melakukan suatu hal yang menurut kita adalah hal yang tidak bisa kita lakukan. Ini pun terjadi pada perjalanan hidup Kazuo murakami ia sangat pesimis dengan peneliti dari Jerman yang sudah mendahului penelitiannya dan juga bagaimana cara mencari 35.000 ekor sapi untuk melakukan penelitian. Akan tetapi walaupun beliau dalam kesusahan beliau berusaha tetap optimis dan tetap gembira walaupun merasa terpuruk. Akhirnya terbukti dia bisa menyelesaikannya.


  • Merasa tergugah atau terkesan

Maksud dari merasa tergugah atau terkesan di sini adalah kita harus mempunyai prinsip bahwa semua yang kita temukan itu mempunyai makna yang sangat mendalam contohnya bagaimana profesor Kazuo jatuh bangun dalam penelitiannya kenapa bisa demikian? Karena di dalam kesusahannya tersebut pasti ada maksud di dalamnya yang diberikan oleh Tuhan untuk kita. Sehingga kita bisa terus berpikiran positif dan melangkah ke depan.


  • Bersyukur

Bersyukur adalah salah satu cara yang paling penting menurut penulis. Rasa bersyukur ini harus diterapkan dalam diri manusia dan jika kita bersyukur dengan segala yang kita dapatkan sekarang. Sikap tersebut akan membuat kita mempunyai pikiran yang lebih positif sehingga gen yang baik yang khususnya berada dalam tubuh kita akan menyala/ON dan mematikan/OFF gen yang tidak baik.


  • Hidup dengan mementingkan orang lain dan dunia

Kebahagiaan seseorang bukan ditentukan seberapa besarnya kita membahagiakan diri kita sendiri akan tetapi seberapa besar kita bisa memberi untuk orang lain dan membuat orang lain bahagia. Itu terbukti saat kita memberi/membantu seseorang membuat hati kita menjadi lebih tenteram dan bahagia. Akibat dari kebahagiaan itulah menghasilkan gen-gen positif yang terdapat dalam tubuh kita. Sehingga gen-gen yang tidak penting akan terus terlelap.

  • Percaya akan adanya Tuhan

Salah satu poin ini bukanlah buatan dari beliau. Poin ini adalah asumsi dari penulis sendiri. Penulis melihat dari sisi pandang bagaimana beliau menyikapi masalah yaitu dengan melibatkan Tuhan di dalam setiap permasalahannya. Beliau adalah seorang pemeluk agama buddha. Salah satu kutipan yang bisa kita ambil adalah pada saat beliau menjadi pengisi acara di salah satu universitas di Kyoto berikut kutipan yang penulis ambil :

“selama saya melakukan penelitian ini ( DNA) , yang menurut saya menakjubkan adalah kerumitan cetak biru kehidupan manusia dan siapa yang mencetaknya pada dunia yang mikroskopis. Sudah pasti bukan manusia. dari situ saya tidak memungkiri keberadaan maha pencipta yang melampaui kita manusia, keberadaan sesuatu seperti Tuhan. Saya menyebutnya sesuatu yang agung”

Berdasarkan kutipan inilah penulis mengambil kesimpulan bahwa Tuhan itu memang mengatur segalanya dan jika kita sudah percaya padanya dan menggantungkan segala sesuatu kepadanya. Mau itu kesialan, kebahagiaan atau apa-pun itu seperti tombol turn on/off gen semua akan sirna, karena Dialah yang mengatur semuanya. Kita sebagai manusia hanya bisa berjuang, berpasrah dan berserah diri kepadanya.

Kesimpulan yang bisa kita ambil dari buku tersebut khususnya dalam artikel ini adalah bahwa tidak ada kerja keras yang tidak membuahkan hasil, yang harus kita lakukan adalah terus berjuang meraih cita-cita yang kita inginkan. Mungkin memang sulit jika mencoba sesuatu secara terus menerus tetapi tidak membuahkan hasil. Apakah Anda tahu? dulu masyarakat masa kuno melakukan trial balance untuk bisa sampai menemukan sesuatu yang pasti dan maksud yang dia cari. Dengan begitu dia bisa mengetahui sesuatu yang dia coba tersebut.

Penulis berharap dengan adanya resensi buku MISTERI DNA karya Kazuo Murakami ini bisa membuka wawasan para pembaca, karena salah satu kepuasan penulis adalah bisa membuat para pembaca lebih mudah memahami isi dari buku misteri DNA tersebut. Walaupun tulisan resensi ini tidak begitu lengkap, penulis berusaha mengambil inti sari dalam buku tersebut. Penulis meminta maaf jika masih banyak kekurangan dalam tulisan ini dan mengucapkan terima kasih dari lubuk hati yang sangat dalam atas perhatian para pembaca. (Oleh Rizky Wiradhika Ashari)

Sabtu, 02 Januari 2016

MASYARAKAT EKONOMI ASIA 2015 TEMAN ATAU LAWAN?



“Satu Visi – Satu Identitas – Satu Komunitas”   itulah yang menjadi visi dan komitmen bersama yang hendak diwujudkan oleh negara ASEAN pada tahun 2020.
ASEAN Community 2015 atau biasa kita sebut dengan Masyarakat Ekonomi Asia 2015 adalah tempat dimana sepuluh negara ASEAN bersatu untuk membangun kehidupan yang lebih baik bagi semua orang terkhusus masyarakat ASEAN. 
Sebenarnya ASEAN Community baru akan terbentuk tahun 2020 tapi dari hasil KTT ke-12 ASEAN, disepakati pembentukan Komunitas ASEAN dari tahun 2020 dipercepat menjadi tahun 2015. Dasar terbentuknya ASEAN Community 2015 ini ditopang oleh tiga pilar utama, yaitu Komunitas Politik dan Keamanan ASEAN, Komunitas Ekonomi ASEAN, Komunitas Sosial dan Budaya ASEAN.
Disetiap pilar yang ada, pastinya mempunyai tujuannya masing-masing.
 Tujuan dibuatnya Ekonomi ASEAN 2015 yaitu meningkatkan stabilitas perekonomian dikawasan ASEAN, dengan dibentuknya kawasan ekonomi ASEAN 2015 ini diharapkan mampu mengatasi masalah-masalah dibidang ekonomi antar negara ASEAN, dan bagi Indonesia sendiri diharapkan agar tidak terjadinya krisis lagi.
Ada beberapa faktor yang mempengaruhi pertumbuhan ekonomi yaitu faktor sumber daya manusia, faktor sumber daya alam, faktor ilmu pengetahuan dan teknologi, faktor budaya dan faktor daya modal. Lalu kita dapat melihat bagaimana kelima faktor tersebut sudah secara maksimal dikelola, faktanya ada beberapa negara di kawasan Asia Tenggara yang masih kurang dalam pengelolaan beberapa faktor tersebut walaupun ada beberapa negara lainnya sudah mampu dalam pengelolaannya.
 Jika melihat kelima faktor tersebut, masih ada beberapa faktor yang belum dapat dimaksimalkan di Indonesia. Untuk itu Indonesia dan sembilan negara lainnya membentuk ASEAN Community 2015 atau Komunitas ASEAN 2015 dengan tujuan yang baik.
Namun,jika melihat dari berbagai aspek kesiapan dari Negara kita apakah MEA akan menjadi teman bagi Indonesia atau sebaliknya?
Inilah yang menjadi pertanyaan kita bersama, mampukah bangsa ini ikut bersaing dalam mengahadapi Masyarakat Ekonomi Asia 2015 yang sebentar lagi akan dimulai.
Sebagai warga negara Indonesia, dimana Indonesia merupakan salah satu negara yang menjadi anggota dari Komunitas Ekonomi ASEAN 2015 kita seharusnya memiliki pemahaman dan mengerti mengenai segala hal yang menjadi tujuan dari dibentuknya Komunitas Ekonomi ASEAN 2015 sehingga kita mempunyai pandangan dan penilaian terhadap Komunitas Ekonomi ASEAN 2015 serta kita dapat mengetahui hal-hal yang perlu dipersiapkan untuk menyambut Masyarakat Ekonomi ASEAN (MEA) 2015 yang sebentar lagi akan diresmikan akhir desember ataupun awal Januari 2016. 
MEA 2015 bukan hanya tempat berkumpulnya semua negara ASEAN tapi bisa saja menjadi ajang pertandingan ekonomi antar Negara di Asia Tenggara.

 Kita kembali lagi melihat kesiapan bangsa ini dalam menghadapi MEA 2015 mungkin banyak penilaian bahwa Indonesia belum siap. Tapi terlepas dari kesiapan Indonesia yang sebenarnya mempunyai banyak potensi dan juga modal yang kuat karena Negara kita memiliki wilayah yang sangat luas dibanding dengan Negara lainnya serta didukung oleh sumber daya alam yang melimpah, apabila dapat dikelola dengan baik bukan hal yang mustahil Indonesia menjadi pemenang di pertandingan perdagangan bebas ini. 
Walaupun MEA 2015 dipandang sebagai sebuah peluang positif bagi perkembangan ekonomi nasional, namun banyak tantangan dan hambatan yang terus menghantui Indonesia dari waktu ke waktu yang semestinya dapat segera teratasi. Hambatan dan tantangan yang perlu dibenahi pemerintah kita adalah mengenai infrastruktur, birokrasi, kualitas sumber daya manusia yang kita ketahui masih sangat minim karena kurang meratanya pendidikan di Negara kita  dan masalah perburuhan yang masih belum sejahtera,kebijakan nasional dan daerah yang masih kurang terarah, daya saing pengusaha nasional, korupsi yang terus bertumbuh, dan pungutan pajak liar yang mengakibatkan harga-harga barang menjadi tinggi di pasaran.
Contoh yang terjadi nanti ketika memasuki era MEA 2015 semua tenaga kerja dapat mencari pekerjaan di kawasan ASEAN dengan beberapa profesi yang telah disepakati untuk bebas bekerja di negara-negara ASEAN seperti perawat, arsitek, dokter,dokter gigi,pemandu wisata, akuntan, dan lain-lain, dengan segala kemudahan yang dapat diperoleh. Namun masalahnya apabila sumber daya manusia di Indonesia tidak mampu bersaing mendapatkan pekerjaan tersebut, bisa kita bayangkan berapa persen untuk persentase pengangguran pasti akan meningkat karena hanya sebagian kecil masyarakat kita yang mampu bersaing dengan kesembilan Negara lainnya yang mempunyai SDM lebih tinggi, akankah Indonesia akan menang jika hanya mengandalkan wilayah yang luas dan keberagaman budaya bangsa ini?
tentu tidak jika tidak di dukung dengan sumberdaya manusia yang lebih baik lagi.

Meskipun demikian, kita tidak boleh pesimis dalam menghadapi MEA yang akan diumumkan dalam hitungan beberapa hari kedepan, kita tidak boleh hanya tinggal diam dalam menghadapi hal ini.
masyarakat Indonesia harus bangkit dari rasa pesimis dalam menghadapi MEA 2015 agar kita bangsa Indonesia bukan hanya menjadi penoton tapi kita juga mampu menjadi penggerak dan pelaku dalam upaya memperbaiki ekonomi nasionaldengan cara belajar dan menghilangkan buta huruf jilid II yaitu minimnya pengetahuan akan teknologi serta kurangnya pembelajaran akan bahasa asing terutama bahasa inggris yang akan menjadi satu-satunya alat komunikasi kita nantinya dalam mengahadapi MEA.
kita harus bersatu dan membantu pemerintah dalam mewujudkan impian untuk mensejahterakan bangsa Indonesia dan bangkit dari krisis Ekonomi. (DEY)

Rabu, 11 Maret 2015

Tempat Wisata Kabupaten Karawang

Karawang, 11 Maret 2015 - Karawang adalah satu kabupaten yang berada di provinsi jawa barat, dengan perkembangan pembangunan yang begitu pesat menjadikan Karawang sebagai calon Megapolitan di provinsi jawa barat. Tidak hanya itu karawang juga memiliki berbagai tempat wisata yang begitu beragam.  Mulai dari peninggalan sejarah berupa candi dari abad ke-5, danau, dan curug yang beberapa diantaranya masih sangat jarang dikunjungi. Berikut adalah daftar tempat wisata Karawang.

Tempat Wisata di Karawang untuk Heritage

Bendungan Parisdo / Walahar
Bendungan Parisdo atau Waduk Walahar lokasinya berada di Desa Walahar, Kecamatan Klari, Kabupaten Karawang, merupakan bendungan yang dibangun pemerintah kolonial Belanda dan mulai berfungsi sejak 28 November 1925.
Fungsi Bendungan Parisdo adalah untuk mengendalikan aliran Sungai Citarum, dan menjadi sumber air bagi hampir 90 ribu hektar sawah di Kabupaten Karawang dan Subang. Bendungan Parisdo itu masih kokoh dan berfungsi dengan baik sampai saat ini.
Lokasi di Waduk Walahar yang paling banyak disukai untuk nongkrong adalah di sekitar jembatan kecil berbentuk lorong yang letaknya di atas pintu utama waduk. Tempat ini memiliki pemandangan luas ke sekeliling Waduk Walahar. Hari Minggu jalanan di sekitar Bendungan Parisdo biasanya macet, karena adanya pasar kaget.
Jika sudah waktunya untuk mengisi perut, di sekitar lokasi Waduk Walahar tersedia warung-warung makanan yang menyediakan pilihan menu ikan jambal, pepes ikan, ikan bakar, dan goreng ikan, yang harganya cukup murah.

Situs Candi Blandongan
Lokasi Situs Candi Blandongan berada di Desa Segaran, Kecamatan Batujaya, berjarak 45 km dari pusat Kota Karawang. Candi peninggalan agama Buddha ini terbuat dari susunan bata merah berkuran 24,6 m x 24,6 m dan tinggi 4,9 m.
Berbeda dengan Candi Jiwa, pada Candi Blandongan yang ditemukan tahun 1993 ini terdapat undakan pada keempat sisinya. Sebagian badan candi masih berdiri meskipun tidak utuh dan candi terlihat cantik setelah dipugar.
Analisa radiometri dengan menggunakan Carbon-14 pada artefak Candi Blandongan memperlihatkan hasil yang cukup mengejutkan, karena ada artefak yang berasal dari abad ke-2 Masehi dan yang termuda berasal dari abad ke-12.
Selain itu pada Candi Blandongan ditemukan pula lantai cor beton yang terbuat dari campuran batu koral, kapur kulit kerang dan pasir. Ada pula materai utuh sejumlah 10 buah diantaranya bergambar patung Buddha Amitabha yang diduga berasal dari abad ke 6-7, keramik Cina, gerabah, dan beberapa fragmen perunggu ditemukan pada tahun 2011.

Situs Candi Jiwa

Candi Jiwa, yang disebut penduduk setempat sebagai Unur Jiwa, berada di dalam kawasan Situs Batujaya, di Desa Segaran, Kecamatan Batujaya, Karawang, Jawa Barat. Situs Candi Jiwa ditemukan pada tahun 1984 oleh seorang petani ketika mendapati kambingnya mati di tempat ini, sehingga kemudian dikenal sebagai Unur Jiwa.
Pemugaran Candi Jiwa dilakukan pada periode 1997 sampai dengan 2004. Bagian atap candi yang terbuat dari batu bata merah berukuran besar ini sudah tidak ada lagi, hanya tinggal bagian kaki dan sedikit bagian atas candi, berbentuk bujursangkar dengan ukuran 19 x 19 m dan tinggi 4,7 m. Tidak ditemukannya undakan membuat arah hadap Candi Jiwa tidak diketahui. Di sekeliling candi terdapat parit, dan di luarnya dikelilingi oleh pagar.
Pada bagian atas candi peninggalan agama Buddha ini terdapat susunan bata yang bentuknya menyerupai kelopak bunga teratai dengan struktur melingkar di tengah berdiameter 6 m yang diduga dasar stupa atau lapik patung Buddha. Profil kaki candi terdiri pelipit rata (patta), pelipit penyangga (uttara), dan pelipit setengah lingkaran (kumuda). Susunan batu batanya diperkokoh dengan lapisan perekat tipis berwarna putih yang disebut stuco.
Candi Jiwa diperkirakan dibuat pada jaman Kerajaan Tarumanegara (400 – 600 M), lokasinya berada di tengah persawahan penduduk sekira 36 km dari Pasar Rengasdengklok.

Situs Cibuaya
Situs Cibuaya merupakan situs peninggalan budaya Hindu yang berada di Dusun Pajaten, Desa Cibuaya, Kecamatan Cibuaya, Karawang, sekitar 38 km dari pusat Kota Karawang. Hingga 1993, telah ditemukan tujuh buah reruntuhan bangunan candi di Situs Cibuaya yang ditandai sebagai Sektor CBY 1 sampai CBY 6. Namun yang masih ada bentuknya adalah yang dikenal penduduk sebagai Lemah Duhur Lanang, dan Lemah Duhur Wadon. Keduanya berjarak sekitar 1,5 km.
Pada Situs Lemah Duhur Lanang terdapat sebuah Lingga berukuran tinggi 111 cm dan berdiameter 40 cm yang tidak menancap pada Yoni, namun ditancapkan di dalam tanah di tengah reruntuhan bangunan candi yang terbuat dari susunan bata merah berukuran 9 x 9,6 m dengan tinggi 2 m. Ketika ditemukan, Lingga tergeletak di kaki bangunan.
Lingga ini memiliki bentuk persegi (brahmabhaga) dan bundar (rudrabhaga), namun tidak ada bagian yang berbentuk segi delapan (wisnubhaga), sehingga bukan merupakan bentuk lingga yang sempurna.
Penelitian awal area Situs Cibuaya dilakukan oleh beberapa peneliti Barat seperti Johannes Nicholas Krom, H. Kern and Jean Boisselier, dan kemudian dilanjutkan oleh para Arkeolog Indonesia seperti Ayatrohaedi, Edi Sedyawati, Edi S. Ekadjati dan R. Cecep Eka Permana.
Di Situs Batu Jaya ini telah ditemukan Arca Wisnu pada tahun 1951, 1957, dan terakhir tahun 1977. Arca Wisnu yang pertama ditemukan tidak jauh dari lokasi Lemah Duhur Lanang.
Selain Lingga dan Arca Wisnu, di Situs Cibuaya juga ditemukan artefak lain berupa beberapa buah batu pipisan, lumpang batu, serta fragmen tembikar dan keramik.

Situs Kuta Tandingan Karawang

Lokasi Situs Kuta Tandingan berada di Desa Mulyasejati, Kecamatan Ciampel, sekitar 38 km dari ibukota Kabupaten Karawang. Diduga situs ini adalah peninggalan sebuah kerajaan kecil bernama Kerajaan Kuta Tandingan Jaya yang berada dibawah pengaruh Kerajaan Pajajaran.
Konon Kerajaan Kuta Tandingan Jaya itu diperintah oleh Patih Panatayuda, yang dibantu Patih Purnakuta dan Patih Mangkubumi, serta penasehat Pamanah Rasa dan Jaksa Imbang Kencana. Ketika kekuasaan Pajajaran mulai redup, Kerajaan Kuta Tandingan Jaya diambil alih oleh Syech Maulana Yusuf dari Kesultanan Banten.

Di sekitar Situs Kuta Tandingan inilah Senopati Kertabumi III (ayah Prabu Singaperbangsa) mendirikan Kadipaten Karawang. Daerah yang sekarang menjadi Desa Mulyasejati dahulu dikenal sebagai udug-udug.

Tempat Wisata di Karawang untuk Alam dan Petualangan

Curug Bandung

Lokasi Curug Bandung berada di Desa Mekarbuana, Kecamatan Tegalwaru, Kabupaten Karawang, di kaki Gunung Sanggabuana (1920 mdpl), dengan ketinggian air terjun mencapai 25 m. Curug Bandung merupakan curug terbesar dari rangkaian tujuh curug di aliran sungai yang sama, yang dimulai dari Curug Peuteuy dan Curug Picung.
Untuk sampai di Curug Bandung, pejalan harus berjalan kaki melewati medan lumayan berat sejauh 3 km dari Jayanti, sebuah dusun di Desa Mekarbuana yang sudah bisa diakses dengan kendaraan roda empat dan jalannya beraspal, meskipun rusak di beberapa ruas. Dusun Jayanti berjarak sekitar 40 km dari Kota Karawang, dengan melewati Pasar Loji terlebih dahulu.
Meskipun jarak tempuhnya lumayan jauh, Curug Bandung tampaknya cukup populer dikalangan pejalan, karena adanya para penjaja makanan dan minuman di sekitar curug, meskipun kabarnya belum ada fasilitas pendukung yang memadai.
Lokasi Curug Bandung berada dalam satu jalur dengan tempat wisata lain di kaki Gunung Sanggabuana, yaitu Kampung Wisata Cigentis, Curug Cigentis, Batu Tumpang, Curug Peuteuy, Curug Cipanundaan, dan Curug Cikarapyak.

Curug Cigentis 
Curug Cigentis merupakan air terjun indah setinggi 25 m andalan wisata Karawang yang lokasinya berada di kaki Gunung Sanggabuana, pada ketinggian 1000 mdpl. Curug Cigentis masih masuk dalam wilayah Desa Mekarbuana, Kecamatan Tegalwaru, Kabupaten Karawang, sekitar 44 km dari pusat Kota Karawang.
Akses ke lokasi cukup menantang, terutama setelah melewati Pasar Loji sampai ke Dusun Jayanti, dimana jalanan cukup sempit, menanjak, dan beberapa ruas jalan dalam keadaan rusak, sehingga baik pengendara mobil maupun motor harus berhati-hati. Mobil dan motor dititipkan di Dusun Jayanti, lanjut dengan berjalan kaki sejauh sekitar 2 km untuk sampai di loket Curug Cigentis.
Lokasi Curug Cigentis berada dalam satu jalur dengan Kampung Wisata Cigentis, Batu Tumpang, Curug Peuteuy, Curug Cipanundaan, Curug Cikarapyak dan Curug Bandung.

Di sekitar Curug Cigentis ada cukup banyak warung makanan. Ada pula kamar ganti dan mushola, sehingga sangat memudahkan bagi pejalan. Jika kemalaman, pejalan bisa menginap di salah satu rumah penduduk, atau memasang tenda, atau menyewa villa di Kampung Wisata Cigentis.

Curug Cikarapyak

Lokasi Curug Cikarapyak berada di Kutamaneuh Desa, Kecamatan Tegalwaru, berjarak sekitar 42 km dari Kota Karawang. Akses ke Curug Cikarapyak yang berada di aliran sungai yang sama dengan Curug Cipanundaan namun lebih ke hulu ini kabarnya sangat berat, hanya saja dikompensasi dengan pemandangan sepanjang jalan sangat alami dan indah.
Tampaknya belum ada pejalan yang berkunjung ke Curug Cikarapyak, lantaran tidak ditemukan tulisan yang lebih detil tentang curug ini, dan belum ada foto yang diunggah ke web. Jalan rintisan tampaknya perlu dibuat oleh dinas terkait di Karawang, agar Curug Cikarapyak bisa lebih mudah diakses oleh para pejalan dan dinikmati keindahannya.  

Curug Cikoleangkak 

Curug Cikoleangkak berada di Desa Kutamaneuh, Kecamatan Tegalwaru, Kabupaten Karawang, sekira 42 km dari pusat kota Karawang. Posisi Curug Cikoleangkak berada paling atas diantara curug lain pada alur sungai yang sama, di atas Curug Cikarapyak dan Curug Cipanundaan.
Akses ke lokasi curug dikabarkan sangat berat, tidak untuk orang kebanyakan. Bukan hanya memerlukan stamina yang baik, namun juga keberanian dan ketrampilan melewati hutan perawan, sungai berbatu besar, semak belukar, dan tebing curam.
Semoga saja akses ke Curug Cikoleangkak ini bisa segera dibuka oleh pemda setempat, sehingga keindahannya bisa dinikmati oleh kebanyakan orang.




Curug Cipanundaan
Lokasi Curug Cipanundaan berada di Desa Kutamaneuh, Kecamatan Tegalwaru, Kabupaten Karawang, di bawah Curug Cikarapyak dan Curug Cikoleangkak, sekitar 42 km dari pusat Kota Karawang.
Curug Cipanundaan merupakan curug bersusun tiga secara berurutan yang ditemukan oleh penduduk setempat dan team ekspedisi Dinas Pariwisata Karawang yang dipimpin AA Nugraha.

Akses ke Curug Cipanundaan belum dibuat, sehingga medan menuju ke sana dikabarkan cukup berat, melewati jalan setapak, sungai, dan bibir tebing. Semoga dinas dan pemerintah setempat bisa segera membuka akses, setidaknya jalan setapak, agar keindahan Curug Cipanundaan ini bisa dinikmati para peminat wisata air terjun dengan lebih mudah.

Curug Santri

Lokasi Curug Santri berada di daerah Loji, Kecamatan Tegalwaru, yang bisa ditempuh dalam waktu sekitar 45 km dari pusat Kota Karawang. Suasananya cukup sejuk lantaran berada di kawasan pegunungan. Ketinggian Curug Santri mencapai sekitar 250 m, dengan akses yang cukup menantang.
Pejalan bisa naik kendaraan umum dari Pasar Djohar di Kota Karawang, turun di Pasar Loji, dan dilanjut dengan naik ojek motor, diteruskan dengan berjalan kaki.
Selain merupakan wisata alam, ada juga legenda terkait nama Curug Santri yang hidup di tengah masyarakat tradisional Karawang. Legenda Curug Santri itu menceritakan bahwa pada jaman dahulu kala terdapat lima santri yang ditugaskan oleh gurunya untuk mencari sumber di gunung dari sungai yang airnya masih mengalir di saat musim kemarau.

Dalam upaya menemukan sumber air inilah kelima santri itu akhirnya menemukan sebuah curug yang sangat tinggi. Setelah menemukan air terjun itu mereka pun lalu kembali ke pesantren dan melaporkan temuan itu kepada gurunya. Lantaran yang menemukan curug adalah para santri, maka air terjun itu kemudian dikenal dengan nama Curug Santri.

Danau Cipule

Lokasi Danau Cipule berada di Desa Walahar, Kecamatan Ciampel, Kabupaten Karawang, sekitar 20 km dari Kota Karawang, 3 km dari Bendung Walahar arah ke Selatan. Danau Cipule terbentuk dari kegiatan penambangan pasir yang berlangsung lama. Danau yang luas dan dalam ini berada tepat di pinggiran Kali Citarum dengan panorama indah.
Ada sebuah pulau kecil di tengah Danau Cipule, dikenal sebagai Pulau Cinta yang luasnya 2.000 m2. Untuk berkunjung ke Pulau Cinta dilakukan dengan menumpang perahu kabel yang memakan waktu sekitar 5 menit dengan biaya Rp 2.000 per orang.

Di Pulau Cinta terdapat saung bambu beratap rumbia menghadap ke danau. Ada pula saung lesehan panjang, area bermain anak-anak, serta penjual minuman dan makanan ringan.


Danau Kalimati
Letak Danau Kalimati berada Desa Walahar, Kecamatan Klari, berjarak sekitar 11 km dari Kota Karawang. Jika Danau Cipule terjadi akibat penambangan pasir, maka Danau Kalimati terjadi secara alami.
Danau Kalimati terbentuk dari aliran Kali Citarum yang mengalami perubahan arah, sehingga terjadi semacam bendungan yang kemudian menjadi danau.

Sambil menikmati panorama Danau Kalimati, pejalan bisa duduk mengisi perut di warung-warung makan sederhana yang menawarkan menu Sate Maranggi, bakso dan jenis-jenis makanan lainnya. Ada juga warung makan lesehan menghadap ke danau.

Sumber : AroengBinang.com