Sabtu, 02 Januari 2016

MASYARAKAT EKONOMI ASIA 2015 TEMAN ATAU LAWAN?



“Satu Visi – Satu Identitas – Satu Komunitas”   itulah yang menjadi visi dan komitmen bersama yang hendak diwujudkan oleh negara ASEAN pada tahun 2020.
ASEAN Community 2015 atau biasa kita sebut dengan Masyarakat Ekonomi Asia 2015 adalah tempat dimana sepuluh negara ASEAN bersatu untuk membangun kehidupan yang lebih baik bagi semua orang terkhusus masyarakat ASEAN. 
Sebenarnya ASEAN Community baru akan terbentuk tahun 2020 tapi dari hasil KTT ke-12 ASEAN, disepakati pembentukan Komunitas ASEAN dari tahun 2020 dipercepat menjadi tahun 2015. Dasar terbentuknya ASEAN Community 2015 ini ditopang oleh tiga pilar utama, yaitu Komunitas Politik dan Keamanan ASEAN, Komunitas Ekonomi ASEAN, Komunitas Sosial dan Budaya ASEAN.
Disetiap pilar yang ada, pastinya mempunyai tujuannya masing-masing.
 Tujuan dibuatnya Ekonomi ASEAN 2015 yaitu meningkatkan stabilitas perekonomian dikawasan ASEAN, dengan dibentuknya kawasan ekonomi ASEAN 2015 ini diharapkan mampu mengatasi masalah-masalah dibidang ekonomi antar negara ASEAN, dan bagi Indonesia sendiri diharapkan agar tidak terjadinya krisis lagi.
Ada beberapa faktor yang mempengaruhi pertumbuhan ekonomi yaitu faktor sumber daya manusia, faktor sumber daya alam, faktor ilmu pengetahuan dan teknologi, faktor budaya dan faktor daya modal. Lalu kita dapat melihat bagaimana kelima faktor tersebut sudah secara maksimal dikelola, faktanya ada beberapa negara di kawasan Asia Tenggara yang masih kurang dalam pengelolaan beberapa faktor tersebut walaupun ada beberapa negara lainnya sudah mampu dalam pengelolaannya.
 Jika melihat kelima faktor tersebut, masih ada beberapa faktor yang belum dapat dimaksimalkan di Indonesia. Untuk itu Indonesia dan sembilan negara lainnya membentuk ASEAN Community 2015 atau Komunitas ASEAN 2015 dengan tujuan yang baik.
Namun,jika melihat dari berbagai aspek kesiapan dari Negara kita apakah MEA akan menjadi teman bagi Indonesia atau sebaliknya?
Inilah yang menjadi pertanyaan kita bersama, mampukah bangsa ini ikut bersaing dalam mengahadapi Masyarakat Ekonomi Asia 2015 yang sebentar lagi akan dimulai.
Sebagai warga negara Indonesia, dimana Indonesia merupakan salah satu negara yang menjadi anggota dari Komunitas Ekonomi ASEAN 2015 kita seharusnya memiliki pemahaman dan mengerti mengenai segala hal yang menjadi tujuan dari dibentuknya Komunitas Ekonomi ASEAN 2015 sehingga kita mempunyai pandangan dan penilaian terhadap Komunitas Ekonomi ASEAN 2015 serta kita dapat mengetahui hal-hal yang perlu dipersiapkan untuk menyambut Masyarakat Ekonomi ASEAN (MEA) 2015 yang sebentar lagi akan diresmikan akhir desember ataupun awal Januari 2016. 
MEA 2015 bukan hanya tempat berkumpulnya semua negara ASEAN tapi bisa saja menjadi ajang pertandingan ekonomi antar Negara di Asia Tenggara.

 Kita kembali lagi melihat kesiapan bangsa ini dalam menghadapi MEA 2015 mungkin banyak penilaian bahwa Indonesia belum siap. Tapi terlepas dari kesiapan Indonesia yang sebenarnya mempunyai banyak potensi dan juga modal yang kuat karena Negara kita memiliki wilayah yang sangat luas dibanding dengan Negara lainnya serta didukung oleh sumber daya alam yang melimpah, apabila dapat dikelola dengan baik bukan hal yang mustahil Indonesia menjadi pemenang di pertandingan perdagangan bebas ini. 
Walaupun MEA 2015 dipandang sebagai sebuah peluang positif bagi perkembangan ekonomi nasional, namun banyak tantangan dan hambatan yang terus menghantui Indonesia dari waktu ke waktu yang semestinya dapat segera teratasi. Hambatan dan tantangan yang perlu dibenahi pemerintah kita adalah mengenai infrastruktur, birokrasi, kualitas sumber daya manusia yang kita ketahui masih sangat minim karena kurang meratanya pendidikan di Negara kita  dan masalah perburuhan yang masih belum sejahtera,kebijakan nasional dan daerah yang masih kurang terarah, daya saing pengusaha nasional, korupsi yang terus bertumbuh, dan pungutan pajak liar yang mengakibatkan harga-harga barang menjadi tinggi di pasaran.
Contoh yang terjadi nanti ketika memasuki era MEA 2015 semua tenaga kerja dapat mencari pekerjaan di kawasan ASEAN dengan beberapa profesi yang telah disepakati untuk bebas bekerja di negara-negara ASEAN seperti perawat, arsitek, dokter,dokter gigi,pemandu wisata, akuntan, dan lain-lain, dengan segala kemudahan yang dapat diperoleh. Namun masalahnya apabila sumber daya manusia di Indonesia tidak mampu bersaing mendapatkan pekerjaan tersebut, bisa kita bayangkan berapa persen untuk persentase pengangguran pasti akan meningkat karena hanya sebagian kecil masyarakat kita yang mampu bersaing dengan kesembilan Negara lainnya yang mempunyai SDM lebih tinggi, akankah Indonesia akan menang jika hanya mengandalkan wilayah yang luas dan keberagaman budaya bangsa ini?
tentu tidak jika tidak di dukung dengan sumberdaya manusia yang lebih baik lagi.

Meskipun demikian, kita tidak boleh pesimis dalam menghadapi MEA yang akan diumumkan dalam hitungan beberapa hari kedepan, kita tidak boleh hanya tinggal diam dalam menghadapi hal ini.
masyarakat Indonesia harus bangkit dari rasa pesimis dalam menghadapi MEA 2015 agar kita bangsa Indonesia bukan hanya menjadi penoton tapi kita juga mampu menjadi penggerak dan pelaku dalam upaya memperbaiki ekonomi nasionaldengan cara belajar dan menghilangkan buta huruf jilid II yaitu minimnya pengetahuan akan teknologi serta kurangnya pembelajaran akan bahasa asing terutama bahasa inggris yang akan menjadi satu-satunya alat komunikasi kita nantinya dalam mengahadapi MEA.
kita harus bersatu dan membantu pemerintah dalam mewujudkan impian untuk mensejahterakan bangsa Indonesia dan bangkit dari krisis Ekonomi. (DEY)

0 komentar:

Posting Komentar