Minggu, 02 Maret 2014

BAGAIMANA NASIB PERPUSTAKAAN SEKOLAH??


 

Ketika kita mendengar kata Perpustakaan, maka dalam pikiran kita adalah gedung berisikan kumpulan buku. Bagaimana dengan perpustakaan sekolah kita? Tempat dimana kita melakukan proses kegiatan belajar mengajar. Apakah berupa gedung buku?, ataukah berupa gudang buku!?. mungkin perpustakaan yang sering kita jumpai di sekolah kita adalah perpustakaan yang hanya berfungsi untuk melengkapi point penting dalam penilaian sebuah sekolah. Bahkan ada yang bilang asal ada saja, dari pada tidak ada sama sekali.
Perpustakaan dalam arti sebenarnya adalah tempat dimana terdapat kumpulan bahan pustaka baik berupa bahan cetak, data, atau bahan rekam, yang dikelola secara sistematis dengan aturan tertentu dan di kelola oleh seorang yang mengerti ilmunya. Kembali kita bertanya pada diri kita sendiri. Apakah perpustakaan sekolah kita terdapat banyak koleksi bahan pustaka yang bisa membantu dan menunjang kemajuan pedidikan siswanya?. Apakah perpustakaan di sekolah kita di kelola dengan baik ?. Dan apakah perpustakaan kita dikelola oleh orang yang megerti perpustakaan dengan baik pula?
Mungkin kebanyakan perpustakaan sekolah yang berada kampung-kampung atau daerah kecil yang jauh dari kota, koleksi bukunya hanya buku paket pelajaran. Buku paket pelajaran yang sering di kirim oleh pemerintah. Dan itu pun jarang sekali, kadang setahun, dua tahun, bahkan mungkin ada juga perpustakaan sekolah yang sudah beberapa tahun belum mendapatkan bantuan atau kiriman buku paket pelajaran. Buku yang seharusnya menjadi pegangan untuk membantu proses belajar siswanya. Bahkan ketika ada guru yang terlalu kreatif, dengan meyarankan masing-masing siswanya untuk memiliki buku pegangan peket pelajaran dengan menyuruhnya membeli. Dan sisi kreatifnya (kenakalan guru mungkin ya) guru itu menyediakannya (menjualnya). Sehingga buku yang berada di perpustakaan sekolahnya banyak yang terabaikan, atau tidak terpakai. Yang pada akhirnya perpustakaan sekolah menjadi gudang penyimpanan buku dan lainnya. Kemudian Bagaimana dengan perpustakaan sekolah yang berada di kota-kota?. Apakah nasibnya tidak jauh berbeda dengan perpustakaan sekolah yang berada di daerah kecil.
Apalagi jika pengelolaan perpustakaannya itu baik. Dan di kelola oleh ahlinya (pustakawan), atau minimalnya oleh tenaga pelaksana perpustakaan. Apalagi pengelolanya yang sudah mengikuti pelatihan, atau mengenyam pendidikan perpustakaan. Mungkin perpustakaan akan menjalankan fungsinya sebagai kekuatan pendidikan. Sehingga bisa menjadi ujung tombak pendidikan. Bukan yang terjadi sekarang di sebagian besar pelosok desa, perpustakaan sekolah sudah di ujung tanduk. Dengan posisi yang selalu di kucilkan, di simpan di pojok, tidak di tempatkan di tempat strategis.
Saya mohon maaf bila tulisan yang saya tulis ini bersifat sok tahu. Saya hanya membuktikan perjuangan dan keprihatinan saya kepada perpustakaan sekolah. Dengan besar harapan semoga ada orang yang prihatin dan mau memperjuangkan nasib perpustakaan sekolah. Amiiinn. Ayo kita jadikan perpustakaan dimana pun berada menjadi gedung ilmu. Dimana setiap orang yang masuk ke gedung itu akan bertambah ilmu, wawasan, dan pengetahuannya. Asep Ahdiat kelahiran Karawang 22 tahun.salah satu peserta diklat perpustakaan angkatan 1&2.

1 komentar: