Minggu, 02 Maret 2014

POLITIK DALAM PERUMPAMAAN


Writer : Dilla Nur Faradilla

Seorang murid sekolah dasar mendapat pekerjaan rumah dari gurunya untuk menjelaskan arti kata politik. Karena ia belum mengenalnya, ia kemudian bertanya kepada ayahnya. Sang ayah yang menginginkan si anak dapat berpikir kreatif, kemudian memberikan penjelasan. “baiklah nak, ayah akan mencoba menjelaskan dengan perumpamaan, misalkan Ayahmu adalah orang yang bekerja untuk menghidupi keluarga, jadi kita sebut ayah adalah investor; ibumu adalah pengatur keuangan, jadi kita menyebutnya pemerintah; kami disini memperhatikan kebutuhan-kebutuhanmu jadi kita menyebut engkau rakyat; pembantu kita masukan dia kedalam kelas pekerja; dan adikmu yang masih balita, kita menyebutnya masa depan. Sekarang pikirkan hal itu dan lihat apakah penjelasan ayah ini bisa kamu pahami?
Si anak kemudian pergi ketempat tidur sambil memikirkan apa yang di katakan apa yang di katakan ayahnya. Pada tengah malam, anak itu terbangun karena mendengar adiknya mengangis. Ia melihat adik bayinya mengompol. Lalu ia menuju kamar orang tua nya dan mendapatkan ibunya sedang tidur nyenyak. Karena tidak ingin membangunkan ibunya, maka ia pergi ke kamar pembantu. Karena pintu terkunci, maka ia kemudian mengintip melalui lubang kunci dan melihat ayahnya berada di tempat tidur bersama pembantunya. Akhirnya ia menyerah dan kembali ketempat tidur, sambil berkata dalam hati bahwa ia sudah mengerti arti politik.
Pagi harinya, sebelum berangkat ke sekolah ia mengerjakan tugas yang diberikan oleh gurunya dan menulis pada buku tugasnya, : “politik adalah hal dimana para investor meniduri kelas pekerja, sedangkan pemerintah tertidur lelap, rakyat di abaikan dan masa depan berada dalam kondisi yang menyedihkan.

0 komentar:

Posting Komentar